Showing posts with label Karang. Show all posts
Showing posts with label Karang. Show all posts

Friday, June 10, 2016

POINT INTERCEPT TRANSECT (PIT)

Apa itu Point Intercept Transect (PIT)???
Point Intercept Transect (PIT) merupakan metode untuk memantau kondisi substrat dasar perairan yang dikeluarkan oleh reef check foundation yang mana untuk memonitoring persentase karang hidup hidup, karang mati, karang rusak serta biota lainnya yang berada dalam ekosistem karang tersebut. Metode PIT merupakan salah satu metode untuk mengetahui kondisi terumbu karang serta dalam pelaksanaannya menggunakan waktu yang relative efisien atau cepat. Dalam pelaksanaannya metode ini menggunkan poin pengamatan tiap 0.5 meter.

Gambar. Metode Point Intercept Transect (PIT). (Sumber: Reef Check Manually)

Thursday, June 9, 2016

CORAL WATCH

Apa itu Coral watch???
Coral watch merupakan salah satu program untuk memantau kesehatan dan pendidikan mengenai karang yang dikeluarkan oleh The Universitay of Queensland, dimana Coral Watch dalam aplikasi pelaksanaan dilaangan menggunakan tebel kesehatan karang. Tabel kesehatan ini merupakan metoda yang sederhana yang tidak merusak untuk memantau pemutihan dan kesehatan karang. 

Gambar. Tabel kesehatan karang dan penilaian (Sumber: Coralwatch.org)

QUADRAT METHODS

Metode Kuadrat
Gambar. Metode Kuadrat

Wednesday, June 8, 2016

BELT TRANSECT METHODS

Transek Sabuk/ Belt Transect Methods

Apa itu Belt Transek???
Belt Transek atau yang biasa dikenal dengan nama metode transek sabuk dimana transek sabuk digunakan untukmenggambarkan kondisi populasi suatu jenis karang yang mempunyai ukuran relatif beragam atau mempunyai ukuran maksimum tertentu misalnya karang dari genus Fungia. Metode ini juga biasa digunakan untuk survey ikan indikator karang, kesehatan karang dan kerusakan karang, jumlah koloni diameter terbesar dan jumlah jenis di suatu daerah terumbu karang.

Gambar. Metode Transek sabuk atau Belt Transect Methods

Tuesday, June 7, 2016

LINE INTERCEPT TRANSECT (LIT)

Metode Line Intercept Transect (LIT)

Apa itu Line Intercept Transect (LIT)

Metode Line Intercept Transect (LIT) biasa juga dikenal dengan nama metode transek garis (Indonesia). Metode Transek garis (LIT) merupakan metode dasar untuk menggambarkan struktur komunitas karang  dalam bentuk persentase karang. Metode transek garis (LIT) ini juga biasa dikombinasikan dengan metode kuadran. Metde transek garis (LIT) dilakukan dengan mengamati atau mengukur parameter substrat yang berada pada garis atau meteran dengan ukuran tertentu.

Gambar Pengambilan data dengan Metode Line Intercept Transect (LIT). (Sumber foto Koleksi Pribadi)

Sunday, June 5, 2016

METODE SURVEI KARANG

Survei kondisi terumbu karang dapat dilakukan dengan berbagai metode tergantung pada tujuan survey, waktu yang tersedia, tingkat keahlian peneliti serta ketersedian sarana dan prasaran. Agar hasil survey dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maka sangat perlu diperhatikan keterwakilan dalam pemilihan lokasi atau tempat sampling, panjang, luasan transek (sampling) dan banyaknya ulangan yang diperlukan.

Gambar. Survei karang dengan Metode PIT (Sumber: Foto Koleksi Pribadi)

Saturday, June 4, 2016

MONTIPORA

Montipora
Montipora merupakan salah satu marga atau genus dari family Acroporidae. Acroporidae memiliki 4 marga atau genus yaitu Acropora, Ancaropora, Montipora dan Astreopora.  Selain dari genus Acropora yang sering ditemukan, Montipora juga termasuk sering mendominasi suatu daerah. Genus Montipora ini sangat tergantung pada kejernihan suati perairan. Montipora biasanya berada pada perairan dangkal dimana sangat erat dengan kaitannya dengan intensitas cahaya yang akan diperoleh.

Bernard mengidentifikasi bahwa genus Montipora ada sekitar 135 jenis, akan tetapi saat ini yang dikenal hanya ada sekitar 45 jenis atau spesies, dimana sebarannya dapat ditemukan di seluruh perairan Indonesia.


Gambar. Karang dari gebus Montipora (Sumber: foto koleksi pribadi)

Monday, May 30, 2016

ACROPORA

Acropora

Acropora merupakan karang hermatipik yang hidupnya berkoloni serta keberadaannya masih melimpah serta hampir semua bentuk pertumbuhan koloni karang hermatipik dimiliki karang ini. Acropora merupakan karang yang hidupnya berkoloni dimana karang ini merupakan salah satu genus dari family Acroporidae. Karang Acroporidae memiliki 4 genus yaitu Acopora, Anacropora, Astreopora, dan Montipora. 

Gambar. Karang dari genus Acropora. (Sumber: Koleksi foto pribadi)

Friday, May 27, 2016

TAHAPAN TRANSPLANTASI KARANG

Tahapan Transplantasi Karang

Seperti yang dijelaskan di sebelah tentang transplanatsi karang merupakan upaya pengembalian karang yang sudah rusak melalui pencangkokan dan pemotongan (Fragmentasi) ditempat karang yang rusak atau kurang karangnya. Sekarang kita akan membahas Tahapan Transplantasi Karang. Sebelum masuk ketahap transplantasi karang sebaiknya kita kenal lebih jauh tentang metode yang sering dilakukan dalam transplatasi karang.
Gambar. Tahapan Transplantasi (Sumber: Koleksi pribadi)

Wednesday, May 25, 2016

REPRODUKSI SEKSUAL KARANG

Kelamin Pada Karang
 
Reproduksi seksual merupakan reproduksi yang melibatkan peleburan sperma dan ovum (fertelisasi). Reproduksi seksual karang dimulai dengan pembentukan calon gamet sampai terbentuknya gamet matang, proses ini disebut dengan gametogenesis. Selanjutnya gamet yang matang atau masak dilepaskan dalam bentuk telur atau planula.

Gambar. Spowning (Sumber: Coral watch; Video-Introduction to CoralReefs_bahasa Indonesia)

TRANSPLANTASI KARANG

Apa itu Transplanatasi Karang???
 
Trnasplantasi karang merupakan salah satu upaya mengembalikan atau pemulihan terumbu karang melalui pencangkokan atau pemotongan (fragmentasi) karang hidup untuk ditanam atau dicangkok ditempat yang kurang karang, dan karangnya mengalami kerusakan yang bertujuan untuk memulihan terumbu karang.

Gambar. Prosedur Transplantasi Karang (Sumber; Peraturan Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Tentang Pedoman dan Penangkaran/ Transplantasi Karang Hias yang di Perdagangkan)

Monday, May 23, 2016

Sistematika Karang

Sistematika Karang

Karang sudah termasuk salah satu keluarga besar biota laut yang dapat menyengat yang dikenal dengan Cnidaria (Cnidaria= Jelatang). Cnidaria dibagi menjadi 2 kelompok yaitu Hydrozoa dan Anthozoa, dimana kedua kelompok ini memiliki skeleton kapur didalam tubuhnya. 

Sumber: Foto koleksi Pribadi

Sunday, March 6, 2016

Genus Karang di Indo-Pasifik

Genus Karang

Apa itu genus???
      Sebelum masuk terlalu jauh atau lebih dalam mari kita kenal apa itu genus? Dalam biologi, genus (jamak genera) atau marga adalah salah satu bentuk pengelompokan dalam klasifikasi makhluk hidup yang lebih rendah dari familia. Anggota-anggota genus memiliki kesamaan morfologi dan kekerabatan yang dekat. Dalam sistem tatanama binomial, nama suatu spesies makhluk hidup terdiri atas dua kata, yaitu: nama genusnya (diawali dengan huruf kapital) dan nama penunjuk spesiesnya dengan ditulis atau cetak miring
      Karang tumbuh dengan baik di daerah Indo-Pasifik hingga mencapai kurang lebih 80 marga. Faktor alami yang menyebabkan karang dapat tumbuh dengan baik di Indo-Pasifik barat. Sebagai contoh betapa kayanya jenis karang yang tumbuh di daerah Indo-Pasifik dibandingkan dengan Laut Karibia, adalah marga Acropora di Laut Karibia hanya terdiri dari 3 jenis sedangkan di Samudera Pasifik terdiri dari sekitar 80 jenis. Sedangkan marga Porites di Karibia mempunyai 3 jenis dan 20 jenis untuk laut Indo-Pasifik.
      

Monday, May 5, 2014

EKOLOGI KARANG

 Ekologi Karang



    Pembentukan terumbu karang hermatipik dimulai adanya individu karang (polip) yang dapat hidup berkelompok (koloni) ataupun menyendiri (soliter). Karang yang hidup berkoloni membangun rangka kapur dengan berbagai bentuk, sedangkan karang yang hidup sendiri hanya membangun satu bentuk rangka kapur. Gabungan beberapa bentuk kapur tersebut disebut terumbu (Veron, 1986).

Anatomi Karang

    Karang atau disebut polip memiliki bagian-bagian tubuh terdiri dari (Timotius, 2003):
  1. Mulut dikelilingi oleh tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa dari perairan serta sebagai alat pertahanan diri.
  2. Rongga tubuh (Coelenteron) yang juga merupakan saluran pencernaan (Gastrovaskular)
  3. Dua lapisan tubuh yaitu ektodermis dan endodermis yang lebih umum disebut gastrodermis karena berbatasan dengan saluran pencernaan. Jaringan Pengikat tipis (Mesoglea) berada diantara kedua

Sunday, May 4, 2014

Pengertian Terumbu Karang

Terumbu Karang            


Terumbu karang merupakan salah satu sumberdaya laut yang penting dalam mendukung kehidupan manusia yang mendiami  wilayah pesisir. Terumbu karang merupakan kekayaan yang sangat besar, indah, unik dan hanya dimiliki oleh sedikit negara yang ada di daerah tropis maka perlu untuk menjaganya (Suharsono, 2007).

            Indonesia yang dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki sumberdaya alam laut yang sangat potensial. Salah satunya adalah sumberdaya terumbu karang yang hampir tersebar di seluruh perairan Indonesia. Luas terumbu karang Indonesia saat ini adalah 42.000 Km2 atau 16.5% dari luas terumbu karang dunia, yaitu seluas 255.300 km2, dengan estimasi di atas, Indonesia menduduki peringkat terluas ke-2 di dunia setelah Australia, yang mempunyai luas terumbu karang sebesar 48.000 Km2 (Bryant, et al., 1998). Namun demikian apabila dilihat dari sisi keanekaragaman hayati, terumbu karang Indonesia merupakat pusat keanekaragaman hayati dunia dengan 70 genera dan 450 spesies (Veron, 1995).

            Menurut hasil penelitian Pusat Pengembangan Oseanologi (P2O) LIPI yang dilakukan pada tahun 2000, kondisi terumbu karang Indonesia 41.78%  dalam keadaan rusak, 28.30% dalam keadaan sedang, 23.72% dalam keadaan baik dan 6.20% dalam keadaan sangat baik (Dahuri, 2004).