Wednesday, April 17, 2013

Plankton

Plankton

Laut yang luas ini ternyata dipenuhi oleh plankton, baik dipermukaan yang kaya akan cahaya matahari bahkan di daerah yang sangat dalam pada lautan yang tidak ada cahaya matahari sedikit pun dihuni oleh plankton. hal ini dapat di artikan bahwa plankton menempati seluruh lapisan perairan dilaut dan samudra (oseanik). Laut kita ini sebenarnya dipenuhi oleh plankton, yakni makhluk (hewan dan tumbuhan) yang hidupnya melayang atau mengambung dalam air, yang selalu terbawa hanyut oleh arus.

Gambar 1. Plankton
Dari aspek lingkungan global, peran plankton tak kalah pentingnya. luas total permukaan laut yaitu 71% dari total luas permukaan bumi. seperti yang di jelaskan tadi bahwa seluruh dimensi laut dari permukaan laut hingga laut dalam di huni oleh berbagai jenis plakton. dengan jumlahnya yang sangatlah banyak itu tetapi tidak terlihat menyebabkan plankton dikenal sebagai hutan belatara tak terlihat (invisible forest, demikian
Paul Falkowski mengistilahkannya, merupakan seorang ahli ekologi laut). plankton ini disebut sebagai Hutan belantara tak terlihat dikarenakan kelompok fitiplankton yang jumlahnya triliunan bahkan lebih itu, mampu melakukan fotosintesis yang tidak kalah  dengan tumbuhan atau pepohonan yang ada didaratan dalam "menyerap" COdi atmosfer. fitoplankton dalam proses fotosintesis,  dapat mengikat secara tidak langsung  CO(Karbondioksida) dari atmosfer, dan menghasilkan oksigen sebagai hasil akhir.

Gambar 2. Proses Fotosintesis
Kemampuan fitoplaknton laut dalam menyerap salah satu komponen gas rumah kaca (greenhouse gas) yang dapat membuat suhu di bumi ini menjadi lebih panas. Oleh karena itu, kemampuan besar fitoplankton untuk menyerap COmembuat fitoplankton berfungsi sebagai pengendali iklim global. Fitoplankton juga merupakan tumpuan bagi hampir seluruh kehidupan di laut, baik secara langsung maupun tidak langsung , lewat rantai makanan (Food chain). Fitoplankton akan dimakan oleh zooplankton (hewan yang hidup sebagai plankton, yang daya renangnya sdangat terbatas, sehingga selalu hanyut terbawa arus). Selanjutnya zooplankton akan dimakan oleh ikan kecil,yang pada gilirannya akan dimakan pula oleh ikan yang lebih besar lagi dan seterusnya. Kurang lebih 65% ikan pelagis (pelagic fish) di dunia yang mempunyai nilai ekonomi adalah plankton. Kenyataan yang juga menarik bahwa hewan terbesar di dunia, Paus biru (Balaenoptera physalus), makanan utamanya yang kaya akan protein bagi paus ini adalah zooplankton kecil yang dikenal dengan nama Krill (Euphasia physalus) yang bentuknya seperti udang kecil berukuran 4-5 cm.

Gambar 3. Ikan Paus biru (Balaenoptera physalus), proses memakan krill

Gambar 4. Udang kecil dikenal dengan krill (Euphasia superba), makanan utama paus biru

1. Pengertian Plankton
Plankton adalah makhluk (hewan atau tumbuhan) yang hidupnya mengapung, mengambang, atau melayang di dalam air yang kemampuan renangnya (kalaupun ada)sangat terbatas selalu terbawa hanyut oleh arus. Istilah plankton diperkenalkan oleh Victor Hensen pada tahun 1887. Plankton berasal dari bahasa Yunani, yaitu "Planktos" yang berarti menghanyut atau mengembara.

2. Penggolongan Plankton
Plankton dapat dibagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan fungsi, ukuran, daur hidup atau sifat sebenarnya.

A. Penggolongan berdasarkan fungsinya
Secara fungsional, plankton dapat digolongkan menjadi 4 golongan utama, Yakni:
Fitoplankton merupakan tumbuhan yang hidupnya mengapung atau melayang di dalam laut sehingga disebut juga sebagai plankton nabati. Ukurannya yang sangat kecil itu yang tidak dapat dilihat mata telanjang sehingga memerlukan alat bantu berupa mikroskop untuk mengamatinya.ukuran yang paling umum berkisar antara 2-200 µm (1 µm = 0,001mm). Fitoplankton umumnya berupa individu bersel tunggal, tetapi ada juga yang berkelompok membentuk rantai. Fungsi penting fitoplankton  sebagai produsen primer (primary producer), hal ini dikarenakan  fitoplankton bersifat autotrofik, yakni dapat mengahsilkan sendiri bahan makanannya melalui proses fotosintesis yang mengubah bahan inorganik menjadi bahan organik dengan bantuan matahari yang disadapnya serta klorofil yang dikandungnya.


Gambar 5. Contoh fitoplankton campuran (Diatom dan Dinoflagellata)
Zooplankton merupakan hewan yang hidupnya mengapung, atau melayang dalam laut, dimana kemampuan renangnya terbatas sehingga keberadaannya dalam suatu perairan masi sangat di tentukan oleh arus. Zooplankton juga dikenal dengan sebutan plankton hewani. Ukuran yang paling umum berkisar 0,2-2 mm, tetapi ada juga yang berukuran besar seperti ubur-ubur yang bisa berukuran lebih dari 1 m. Zooplankton bersifat heterotrof karena tidak dapat memproduksi atau membuat makanannya sendiri seperti fitoplankton. Oleh karena itu zooplankton sangat bergantung kepada fitoplankton yang menjadi bahan makanannya sebagai penyedia bahan organik. jadi zooplankton disini berfungsi sebagai konsumen (consumer) pada rantai makanan (food chain) di lautan (sea) maupun samudra (oseanic). 
Zooplankton ada yang hidup dipermukaan laut dan ada pula yang hidup di perairan yang dalam. Ada berapa zooplankton dapat melakukan migrasi vertikal harian dari  lapisan dalam kepermukaan. Migrasi vertikal ini biasanya terjadi dimalam hari, dimana zooplankton naik kepermukaan mencari fitoplankton untuk dimakan sedangkan di pagi hari kembali perairan dalam.
Kelompok plankton yang paling sering ditemukan antara lain:
1. Kopepod (copepod)
2. Eufausid (euphausid)
3. Misid (mysid)
4. amfipod (amphipod)
5. Kaetognat (chaetognath)

Gambar 6. Berbagai contoh zooplankton
c. Bakterioplankton
Bakterioplankton adalah bakteri yang hidupnya sebagai plankton, dimana ukurannya sangatlah halus. umumnya berukuran < 1 µm. Bakterioplankton tidak memiliki inti sel dan klorofil untuk berfotosintesis. Bakterioplankton berperan sebagai pengurai makanan (decomposer) dilaut. Semua biota laut yang mati didalam laut akan diurai oleh bakterioplankton sehingga dihasilkan hara seperti fosfat, nitrat,silikat, dan sebagainya. Hara ini kemudian akan didaur ulang dan dimanfaatkan oleh fitoplankton dalam proses fotosintesis.
Gambar 7. Bakterioplankton
d. Virioplankton
Virioplankton merupakan virus yang hidup sebagai plankton. Virioplankton berukuran sangat kecil (kurang dari 0,2 µm dan menjadi biota lainnya seperti bakterioplankton dan fitoplankton sebagai inangnya (host). seperti virus yang ada diudara. Tanpa inangnya virus ini tidak menunjukkan kegiatan hayati. Virioplankton dapat memecahkan dan mematikan sel inangnya. Baru beberapa dekade, para ilmuan mengkaji tentang virioplankton dan berhasil menunjukkan peranan virioplankton ini ternyata memilikim peranan yang sangat penting dalam daur karbon (carbon cycle) di dalam ekosistem perairan.
Gambar 8. Gambar virioplankton

B. Penggolongan berdasarkan ukuran
Ukuran plankton sangat  beraneka ragam, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Dahulu orang menggolongkan plankton dalam 3 kategori berdasarkan ukurannya:
  • Plankton jaring (net plankton) : plankton yang dapat ditangkap oleh jaring plankton dengan mata jaring (mesh size) berukuran 2 µm dengan kata lain plankton berukuran lebih besar dari 2 µm.
  • Nanoplankton : plankton yang berukuran 2-20 µm
  • Ultrananoplankton : plankton yang ukurannya lebih kecil dari µm
Berdasarkan kemajuan teknik penyaringan, penggolongan plankton berdasarkan ukurannya lebih berkembang. Penggolongan plankton yang digunakan sampai sekarang itu diusulkan oleh Sieburth dkk (1978) seperti dibawah ini:
a. Megaplankton
Plankton yang masuk megalplankton yaitu plankton yang berukuran 20-200 cm. Ubur-ubur kebanyak tergolong sebagai megaplankton dikarenakan ukurannya bisa mencapai 2 meter bahkan lebih. contoh megaloplankton seperti ubur-ubur Cyanea arctica yang memiliki diameter payung lebih dari 2 m dan panjang tentakel 30 m lebih
Gambar 9. Megaplankton, ubur-ubur Cyanea arctica
b. Makroplankton
Plankton yang masuk kedalam makroplankton yaitu plankton yang memiliki ukuran 2-20 cm seperti pada eufausid, sergestid, pteropod dan banyak pula larva ikan yang termasuk dalam golongan ini

Gambar 10. Makroplankton, pteropod
c. Mesoplankton
Mesoplankton merupakan plankton yang memiliki ukuran 0,2-20 mm. Zooplankton sebagian besar termasuk di dalam kelompok ini, seperti kopepod, amfipod, ostrakod, kaetognat. Beberapa fitoplankton berukuran besar masuk kedalam golongan ini seperti Noctiluca.
Gambar 12. Ostrakod
d. Mikroplankton
Plankton yang masuk kedalam gololongan ini adalah plankton yang berukuran 20-200 µm. Plankton yang tergolong mikroplankton itu adalah fitoplankton dimana yang paling umum  ditemukan seperti dinoplankton dan dinoflagelata.
e. Nanoplankton
Plankton yang masuk golongan ini adalah plankton yang berukuran 2-20 µm, sehingga tidak dapat ditangkap jaring plankton. Misalnya kokolitiforid, dan berbagai mikroflagelata

Gambar 13. nanoplankton kokolitoford Emiliania huxley
f. Pikoplankton
Umumnya bakteri termasuk kedalam golongan ini karena memiliki ukuran 0,2-20 µm, termasuk sianobakteri yang tidak membentuk filamen seperti  Synechococcus.

Gambar 14. Pikoplankton sianobakteri Synechoccus
g. Femtoplankton
Termasuk dalam golongan ini adalah virus laut (marine virus) dengan ukuran lebih kecil dari 0,2 µm yang disebut juga sebagai virioplankton 

C. Penggolongan berdasarkan daur hidup
Berdasarkan daur hidupnya plankton digolongkan menjadi :
a. Holoplankton
Holoplankton merupakan plankton yang seluruh daur hidupnya sebagai plankton, mulai dari telur, larva hingga dewasa. Zooplankton yang termasuk kedalam golongan holoplankton yaitu kopepod, amfipod, salpa, kaetognat sedangkan fitoplankton umumnya semuanya adalah holoplankton.
b. Meroplankton
Meroplankton merupakan biota  yang sebagian hidupnya sebagai plankton, hanya pada masa sebagai telur dan larva saja. Setelah mencapai masa dewasa akan berubah menjadi hewan, bentos, nekton ataukah karang sesuai dengan induknya.
c. Tikoplankton
Tikoplankton sebenarnya bukan plankton sejati, hal ini dikarenakan hewan yang normalnya hidup didasar perairan laut sebagai bentos mengalami pengangkatan diakibatkan karena guncangan arus sehingga berkelana sebagai plankton sementara.
D. Penggolongan berdasarkan sebaran horizontal
Berdasarkan sebaran horizontalnya plankton laut baik fitoplankton maupun zoopankton, dapat dibagi menjadi :
a. Plankton neritik
Plankton neritik (neritic plankton) hidup pada perairan pantai dengan salinitas (kadar garam) yang relatif rendah. terkadang masuk sampai ke perairan payau di depan muara dengna salinitas sekitar 5-10 psu (practical salinity unit). Akibat pengaruh lingkungan yang terus menerus berubah yang disebabkan oleh arus dan pasang surut, komposisi plankton neritik ini sangat kompleks, bisa saja merupakan campuran plankton laut dan plankton air tawar. Salah satu contoh plankton neritik yang sering dijumpai dalam populasi yang lebat di daerah dekat pantai yaitu dari kelompok plankton nabati (fitoplankton), Noctiluca scintillans.

Gambar 14. Fitoplankton, Noctiluca scintillans
b. Plankton oseanik
Plankton oseanik (oceanic plankton) hidup di daerah perairan lepas pantai hingga ketengah samudra. Karena itu plankton oseanikditemukan pada daerah yang salinitasnya tinggi. Kaeran luasnya wilayah perairan oseanik ini, maka banyak jenis plankton tergolong dalam kelompok ini. Sala satu kelompok plankton yang  merupakan jenis oseanik yaitu Rhizosolenia robusta  yang terdapat diseluruh perairan tropis

Gambar 15. Plankton oseanik, Rhizosolenia robusta

c. Plankton neritik-oseanik
Plankton neritik-oseanik (neritic-oceanic plankton) merupakan plankton yang hidup mulai dari perairan neritik hingga oseanik

E. Penggolongan berdasarkan sebaran vertical
Plankton dilihat dari persebaran vertikalnya dapat dibagi menjadi :
a. Epiplankton
Epiplankton merupakan plankton yang hidup di lapisan permukaan sampai kedalaman sekitar 100 m. Lapisan laut teratas ini kira-kira sedalam sinar matahari dapat menembus. Namun dari kelompok epiplankton ini ada yan hidup dilapisan yang sangat tipis dipermukaan yang langsung berbatasan dengan udara. Plankton semacam ini disebut neuston. Plankton jenis ini memiliki keistimewaan dapat mengikat langsung nitrogen yang berada di udara. Salah satu contoh jenis plankton neuston yaitu Trichodesmium yang merupakan sinobakteri berantai panjang yang hidup di permukaan. Neuston yang hidup pada kedalaman skitar 0-10 cm disebut hiponeuston.

Gambar 16. Neuston, Trichodesmium thiebauti

Kelompok neuston ada juga yang mengambang di permukaan dengan sebagian tubuhnya dalam air dan sebagaian lagi muncul di udara. Plankon jenis ini disebut Pleuston. Contoh jenis plankton ini adalah ubur-ubur api, Physalia physalis yang juga dijuluki ubur-ubur Portuguese man of war.

Gambar 17. Pleuston Physalia physalis, ubur-ubur api
b. Mesoplankton
Mesoplankton merupakan plankton yang hidup di lappisan tengah, pada kedalaman sekitar 100-400 m. Pada lapisan ini intensitas cahaya sudah sangat redup sampai gelap. Oleh karena itu, fitoplankton umumnya sudah tidak dijumpai pada lapisan ini karena fitoplankton membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis. Pada lapisan yang lebih dalam di dominasi oleh zooplankton. Salah satu contoh kelompok eufausid seperti Thysanopoda.

Gambar 18. Eufausid, Thysanopoda
c. Hipoplankton
Hipoplankton merupakan plankton yang hidupnya pada kedalaman lebih dari 400 m. Termasuk dalam kelompok ini adalah batiplankton (batthyplankton) dimana plankton jenis ini hidup pada kedalaman >600.  dan abisoplankton (abyssoplankton) yang hidup pada lapisan yang paling dalam sampai 3000-4000 m.Contoh jenis zooplankton yang hidup pada kedalaman ini adalah dari kelompok Kaetognat Eukrohnia bathypelagica yang hidup pada kedalamn lebih dari 1000 m.

Gambar 18. Kaetognat, Eukrohni bathypelagica