Thursday, July 3, 2014

Sebaran Terumbu Karang

      Terumbu karang tersebar di laut dangkal di daerah tropis hingga subtropis yaitu di antara 32 Derajat Lintang Utara dan 32 derajat Lintang Selatan mengelilingi bumi. Garis lintang tersebut merupakan batas maksimum di mana karang masih dapat tumbuh. Karang pembentuk terumbu hanya dapat tumbuh dengan baik pada daerah-daerah tertentu seperti pulau-pulau yang sedikit mengalami proses sedimentasi atau di sebelah barat dari benua yang umumnya tidak terpengaruh oleh adanya arus dingin yang berasal dari kutub selatan. 
       Tiga daerah besar terumbu karang yaitu Laut Karibia dan Samudera Hindia serta Indo-Pasifik. Di Laut Karibia terumbu karang tumbuh di tenggara pantai Amerika sampai di sebelah barat laut pantai Amerika Selatan. Di daerah ini karang hanya tumbuh di bagian tertentu walaupun merupakan laut dangkal. Terumbu karang Laut Karibia hanya terdiri dari 20 marga dengan 32 jenis.
     
      Jenis karang yang tumbuh di Laut Karibia sebagian besar berbeda dengan yang tumbuh di Samudera Hindia maupun Samudera Pasifik. Terbatasnya sebaran dan jumlah marga di Samudera Atlantik barat ini disebabkan tingginya sedimentasi dari Sungai Orinoco dan Amazon di sepanjang pantai Amerika Selatan. Sedangkan di bagian utara tumbuh terbatas sampai di pantai Florida hal ini disebabkan rendahnya suhu pada musim dingin yang tidak memungkinkan karang tumbuh dengan baik. Samudera Atlantik timur sepanjang pantai Afrika Barat sebaran karang sangat terbatas oleh karena adanya arus dingin Guinea dan adanya upwelling.
      Di Samudera Hindia sebaran karang meliputi pantai timur Afrika, Laut Merah, Teluk Aden, Teluk Persia, Teluk Oman sampai di Samudera Hindia selatan atau garis lintang 26 derajad; disini sebaran karang lebih banyak ditentukan oleh adanya upwelling. Terbatasnya sebaran karang Teluk Persia dan India Selatan lebih ditentukan oleh adanya salinitas yang ekstrim yaitu 46 o/oo untuk Teluk Persia dan 26o/oo untuk Samudera Hindia selatan.
       Samudera Pasifik meliputi Laut Cina Selatan sampai pantai barat Australia Barat, Pantai Panama sampai pantai selatan Teluk California. Karang tumbuh dengan baik di daerah Indo-Pasifik hingga mencapai kurang lebih 80 marga. Faktor alami yang menyebabkan karang dapat tumbuh dengan baik di Indo-Pasifik barat. Sebagai contoh betapa kayanya jenis karang yang tumbuh di daerah Indo-Pasifik  dibandingkan dengan Laut Karibia, adalah marga Acropora di Laut Karibia hanya terdiri dari 3 jenis sedangkan di Samudera Pasifik terdiri dari sekitar 80 jenis. Sedangkan marga Porites di Karibia mempunyai 3 jenis dan 20 jenis untuk laut Indo-Pasifik.
      Sebaran karang tidak hanya terbatas secara horizontal akan tetapi juga terbatas secara vertikal dengan faktor kedalaman. Pertumbuhan, penutupan dan kecepatan tumbuh karang berkurang secara eksponensial dengan kedalaman. Faktor utama yang mempengaruhi sebaran vertikal adalah intensitas cahaya, oksigen, suhu dan kecerahan air

Sebaran Karang di Indonesia
      Karang di Indonesia tersebar mulai dari Sabang hingga utara Jayapura. Sebaran karang tidak merata di seluruh perairan Indonesia, ada daerah tertentu dimana karang tidak dapat tumbuh dengan baik dan pada daerah lainnya tumbuh sangat baik. Daerah sekitar Sulawesi, Maluku, Sorong, NTB, dan NTT merupakan daerah yang sangat baik untuk pertumbuhan karang. Laut di sekitar Sulawesi diyakini sebagai pusat keanekaragaman karang di dunia dan merupakan salah satu lokasi asal-usul karang yang ada di dunia saat ini. Karang yang ada di dunia berasal dari laut sekitar Karibia dan laut sekitar Sulawesi.
      Sebaran karang sebelah barat Sumatera merupakan terumbu karang dengan tipe terumbu karang lautan Hindia yang dicirikan dengan keanekaragaman yang relatif rendah. Karang tersebar mulai dari Pulau Weh di ujung utara dari Pulau Sumatera, sepanjang pantai barat Sumatera atau berada di pulau yang tersebar di sebelah barat Sumatera yang memanjang sejajar dengan Pulau Sumatera. Sebaran karang dimulai dari Pulau Weh, Pulaupulau Banyak, Pulau Simeulue, Pulau Nias, Pulau-pulau Batu, Pulau Siberut, Pulau Pagai dan Sipora hingga Pulau Enggano. Pulau-pulau di sebelah barat Sumatera tidak seluruhnya dikelilingi oleh terumbu karang. Karang yang tumbuh umumnya berupa patches-patches pada lokasilokasi yang agak jauh dari pulau Sumatera.
       Karang di sepanjang pantai timur Sumatera tidak berkembang dengan baik, oleh karena banyak sungai-sungai besar yang bermuara di sepanjang pantai timur Sumatera yang menyebabkan salinitas rendah dan keruh. Karang tumbuh di pulau-pulau kecil, yang terletak relatif agak jauh dari daratan Sumatera. Karang tumbuh dengan baik di Pulau-pulau Natuna, Pulau-pulau Tambelan, Pulau-pulau Anambas. Terumbu karang
berupa patches-patches tumbuh di sekitar pulau-pulau Balerang, Senayang Lingga, Bangka-Belitung dan Pulau-pulau Karimata.
       Di sepanjang pantai barat dan selatan Kalimantan hampir tidak ditemukan pertumbuhan karang karena banyaknya sungaisungai besar yang bermuara di sepanjang pantai barat dan selatan Kalimantan. Demikian pula di Pulau Kalimantan tidak ditumbuhi karang. Karang tumbuh dengan baik pada pulau-pulau yang letaknya relatif jauh dari pantai tenggara Kalimantan dekat Pulau Laut, pulau-pulau Balang-balangan, Pulau Sangalaki dan Pulau Derawan.
      Sebaran karang di sepanjang pantai utara Jawa hanya berupa patches-patches pada lokasi-lokasi tertentu seperti Teluk Banten, Teluk Jakarta, Indramayu, Tegal, Jepara, Rembang, Pasir Putih, Baluran dan Pantai Banyuwangi. Karang tumbuh dengan baik pada pulau-pulau yang agak jauh dari pantai utara Jawa seperti di sekitar selat Sunda, Pulau-pulau Seribu, Pulau-pulau Karimun Jawa, Pulau-pulau Bawean, dan pulau-pulau Kangean. Di selatan pantai Jawa karang hanya tumbuh di tempat-tempat tertentu seperti sekitar pantai Carita, Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Nusakambangan, Pantai Krakal, Kukup, Pacitan, Watu Ulo, dan pantai Blambangan.
       Karang tumbuh dengan baik dan mencapai puncaknya di sekitar perairan Sulawesi, Maluku, Halmahera, Bali, Nusatenggara Barat, Nusatenggara Timur, Pulau-pulau Raja Ampat, pantai utara Papua Barat, Pulau-pulau Aru dan Kei. Sebaran karang di daerah ini hampir merata di sekeliling pulau. Karang tidak tumbuh di sepanjang pantai selatan Papua Barat oleh karena banyaknya sungai besar yang bermuara di sepanjang pantai dan dasar yang berlumpur. Karang tumbuh dan berkembang dengan baik di bagian Timur Indonesia secara vertikal maupun horizontal dari tempat yang dangkal hingga kedalaman lebih dari 30 meter. Karang tumbuh oleh karena faktor alam yang sangat mendukung seperti adanya pola arus, air yang jernih, tidak banyak sungai besar, dan rugositas pantai yang tinggi. Pola arus yang mengalir secara terus menerus dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia yang lebih dikenal sebagai arus lintas Indonesia, menjamin tersedianya makanan bagi karang, air yang jernih, substrat dasar keras dan lekuk-lekuk pantai yang dalam serta sedikitnya sedimentasi yang dibawa oleh sungai merupakan jaminan bagi pertumbuhan karang yang ideal.
       Indonesia dikenal sebagai pusat keanekaragaman jenis karang dan tempat asal-usul karang. Jenis-jenis karang yang ditemukan di Indonesia diperkirakan sebanyak 590 jenis yang termasuk dalam 80 marga karang. Sebagai gambaran di Pulaupulau Raja Ampat berhasil diidentifikasi sebanyak 456 jenis karang yang termasuk dalam 77 marga (Veron, 2002). Sebagai gambaran bahwa Indonesia merupakan pusat keanekaragaman jenis karang adalah sebaran karang dari jenis Acropora. Di dunia jenis karang Acropora ada sekitar 113 jenis dan di Indonesia ditemukan 91 jenis Acropora; di laut Karibia, Amerika hanya ditemukan 3 jenis karang Acropora. Pulau Togean di Teluk Tomini merupakan daerah yang paling kaya ditumbuhi karang Acropora dan di daerah ini ditemukan sebanyak 78 jenis. Sebagai pembanding di Sumatera Barat hanya ditemukan sebanyak 40 jenis. Kekayaan jenis karang pada satu daerah ditentukan oleh variasi habitat, sejarah geologi masa lalu dan letak geografi.

Daftar Pustaka
- Abdul Rauf dan Muh. Yusuf. 2004. Studi Distribusi dan Kondisi Terumbu Karang dengan Menggunakan
        Teknologi Penginderaan Jauh di Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. Ilmu Kelautan.Juni 2004.
        Vol. 9 (2) : 74 - 81
- Suharsono. 2008. Jenis jenis Karang di Indonesia. Coremap-LIPI. Jakarta