Tuesday, July 15, 2014

Anatomi Karang

        

Terumbu Karang
     
Terumbu Karang merupakan hewan penghuni laut yang sangat berperan penting dalam kehidupan dimana karang memiliki peranan ekologi, fisik dan ekonomi. Karang memiliki peranan dalam menjaga ekosistem di bumi ini seperti sebagai tempat memijah, berlindung dan mencari makan bagi biota laut, sedangkan dari seggi peranan fisik yaitu menghalangi gelombang dan ombak dari laut lepas sehingga mampu mengurangi aberasi pantai. Di lihat dari fungsi ekonomi karang memiliki peranan sebagai sumber ekonomi bagi masyarakat hal ini dikarenakan pada ekositem karang terdapat banyak kehidupan seperti ikan untuk dijual. Oleh karena itu sangat perlu dilestarikan keberadaannya.
     
Okay.... itu sedikit pengantar mengenai karang, dan kita langsung masuk ke pembahasan Anaomi karang.
Anatomi Hewan Karang
         Karang merupakan binatang yang sederhana berbentuk tabung dengan mulut berada di atas yang juga berfungsi sebagai anus. Bagian-bagian tubuh hewan karang terdiri dari :
  1. Mulut: dimana pada sekitar mulut dikelilingi oleh tentakel yang berfungsi sebagai penangkap makanan serta sebagai alat pertahanan diri. 
  2. Rongga tubuh (Coelenteron): dimana Mulut dilanjutkan dengan tenggorokan yang pendek yang langsung menghubungkan dengan rongga perut. Di dalam rongga perut terdapat semacam usus yang disebut dengan mesenteri filamen yang berfungsi sebagai saluran pencerna (gastrovascular).
  3. Dinding dari Polip Karang dimana terdiri dari tiga lapisan yaitu ektoderma, endoderma (Gastrodermis) dan mesoglea. Dimana;
  • Ektoderm merupakan jaringan terluar yang terdiri dari berbagai jenis sel, dimana sebagian besar banyak dijumpai sel glandula yang berisi sel  mucus dan  sel knidoblast yang berisi sel nematocyts.
  • Endoderma merupakan jaringan yang berada di bagian dalam berbatasan langsung dengan saluran pencernaan, dimana sebagian besar selnya dihuni oleh algae (zooxanthellae) yang merupakan simbion karang.
  • Mesoglea merupakan jaringan yang berada ditengah atau diantara ekdoderma dan endoderma berupa lapisan seperti jelly. Di dalam lapisan jelly terdapat fibril-fibril sedangkan dilapisan luar terdapat sel semacam sel otot.
         Pada lapisan ektoderm banyak dijumpai sel glandula yang berisi mukus dan sel knidoblast (Sel penyengat) yang berisi sel nematocyts. Knidoblast merupakan ciri khas hewan knidaria. Nematocyts merupakan sel penyengat yang berfungsi sebagai alat penangkap makanan dan mempertahankan diri. Sedangkan sel mucus berfungsi sebagai produsen mucus yang membantu menangkap makanan dan untuk membersihkan diri dari sedimen yang melekat. Karang mempunyai sistem syaraf, jaringan otot dan reproduksi yang sederhana akan tetapi telah berkembang dan berfungsi secara baik. Jaringan syaraf yang sederhana ini tersebar baik di ektoderma maupun di endoderma serta mesoglea yang dikoordinasi oleh sel khusus yang disebut sel junction yang bertanggung jawab memberi respon baik mekanis maupun khemis terhadap adanya stimuli cahaya.
       Jaringan otot yang sederhana biasanya terdapat di antara jaringan mesoglea yang bertanggung jawab atas gerakan polip untuk mengembang atau mengkerut sebagai respon perintah jaringan syaraf. Sinyal dari jaringan ini tidak hanya di dalam satu polip tetapi juga diteruskan ke polip yang lain.
      Jaringan mesenterial filamen  berfungsi sebagai alat pencernaan yang sebagian besar selnya berisi sel mucus yang berisi enzim untuk mencerna makanan. Lapisan luar dari jaringan mesenteri filamen dilengkapi sel cilia yang halus.
     Organ reproduksi karang berkembang di antara mesenteri filamen. Pada saat tertentu organ-organ reproduksi terlihat dan pada waktu yang lain menghilang, terutama untuk jenis-jenis karang yang hidup di daerah subtropis. Untuk karang yang hidup di daerah tropis organ reproduksi ini dapat ditemukan sepanjang tahun karena siklus reproduksinya terjadi sepanjang tahun. Dalam satu polip dapat kita temukan organ betina saja atau jantan saja atau keduaduanya (hermaprodit). Namun karang hermaprodit jarang yang mempunyai tingkat pemasakan antara gonad jantan dan betina matang pada saat yang bersamaan.
      Untuk tegaknya seluruh jaringan, polip didukung oleh kerangka kapur sebagai penyangga. Kerangka kapur ini berupa lempengan-lempengan yang tersusun secara radial dan berdiri tegak pada lempeng dasar. Lempengan yang berdiri ini disebut sebagai septa yang tersusun dari bahan anorganik dan kapur yang merupakan hasil sekresi dari polip karang.

Daftar Acuan
  • Mujib Assoniwora. 2010. http://wwwscienceletter07.blogspot.com/2010_03_01_archive.html ; Sebab-sebab kematian karang dan Sumber Nutrisi Terumbu Karang.  
  • Fusianto. 2011. http://underwaterexplore.blogspot.com/2011/06/terumbu-karang-dan-karang.html : Terumbu Karang dan Karang 
  • Reef Relief Organisation. 2004. The Coral Reef Teacher's Guide. Reef Relief
  • Silvianita Timotius. 2003. Makalah Training course: Biologi Terumbu Karang. Yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi). 7-12 Juli.
  • Suharsono. 2008. Jenis-jenis Karang di Indonesia. LIPI-COREMAP Program. Jakarta
  • Suwignyo, 2000. Avertebrata Air, oleh Sugiarti Suwignyo, Bambang Widigdo, Yusli Wardianto, Majariana Krisanti. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta.