Monday, May 5, 2014

EKOLOGI KARANG

 Ekologi Karang



    Pembentukan terumbu karang hermatipik dimulai adanya individu karang (polip) yang dapat hidup berkelompok (koloni) ataupun menyendiri (soliter). Karang yang hidup berkoloni membangun rangka kapur dengan berbagai bentuk, sedangkan karang yang hidup sendiri hanya membangun satu bentuk rangka kapur. Gabungan beberapa bentuk kapur tersebut disebut terumbu (Veron, 1986).

Anatomi Karang

    Karang atau disebut polip memiliki bagian-bagian tubuh terdiri dari (Timotius, 2003):
  1. Mulut dikelilingi oleh tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa dari perairan serta sebagai alat pertahanan diri.
  2. Rongga tubuh (Coelenteron) yang juga merupakan saluran pencernaan (Gastrovaskular)
  3. Dua lapisan tubuh yaitu ektodermis dan endodermis yang lebih umum disebut gastrodermis karena berbatasan dengan saluran pencernaan. Jaringan Pengikat tipis (Mesoglea) berada diantara kedua lapisan tersebut. Jaringan Mesoglea terdiri dari sel-sel, kolagen, dan mukopolisakarida. Sebagian besar karang, epidermisnya akan menghasilkan material guna membentuk rangka luar karang. Material tersebut berupa kalsium karbonat (kapur).

Bentuk Pertumbuhan Karang

    Karang memiliki variasi bentuk pertumbuhan koloni yang berkaitan dengan kondisi lingkungan perairan. Berbagai jenis bentuk pertumbuhan karang dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari, gelombang dan arus, ketersediaan bahan makanan, sedimen, subareal exposure, dan factor genetika. Berdasarkan bentuk pertumbuhannya, karang batu terbagi atas karang Acropora dan non-Acropora (English, et al., 1994 dalam Syarifuddin, 2011). Perbedaan Acropora dengan non-Acropora terletak pada struktur skeletonnya. Acropora memiliki bagian yang disebut axial coralit dan radial coralit, sedangkan non-Acropora hanya memiliki radial coralit. 
       Bentuk pertumbuhan karang non-Acropora terdiri atas (English, et al., 1994 dalam Nababan, 2009) :
  1. Bentuk bercabang (Branching), memiliki cabang lebih panjang daripada diameter yg dimiliki.
  2. Bentuk padat (Massive), berbentuk seperti bola dengan ukuran yang bervariasi, permukaan karang halus dan padat. 
  3. Bentuk kerak (Encrusting), tubuh menyerupai dasar terumbu dengan permukaan yang kasar dan keras serta berlubang-lubang kecil.
  4. Bentuk lembaran (Foliose), tumbuh dalam bentuk lembaran-lembaran menonjol pada dasar terumbu, berbentuk kecil dan membentuk lipatan atau melingkar.
  5. Bentuk jamur (Mushroom), berbentuk oval dan tampak seperti jamur, memiliki banyak tonjolan seperti punggung bukit beralur dari tepi hingga pusat mulut.
  6. Bentuk submasif (Submassive), bentuk kokoh dengan tonjolan-tonjolan atau kolam-kolam kecil.
  7. Karang api (Millepora), semua jenis karang api yang dapat dikenali dengan adanya warna kuning di ujung dan rasa panas apabila disentuh.
  8. Karang biru (Heliopora), dapat dikenali dengan adanya warna biru pada rangkanya
        Bentuk pertumbuhan karang Acropora sebagai berikut (English, et al., 1994 dalam Syarifuddin, 2011) :
  1. Acropora bentuk cabang (Branching Acropora), bentuk bercabang seperti ranting pohon.
  2. Acropora meja (Tabulate Acropora), bentuk bercabang dengan arah mendatar dan rata seperti meja. Karang ini ditopang dengan batang yang berpusat atau bertumpu pada satu sisi membentuk sudut atau datar.
  3. Acropora merayap (Encrusting Acropora), bentuk merayap, biasanya terjadi pada Acropora yang belum sempurna.
  4. Acropora submasif (Submassive Acropora), percabangan bentuk gada/lempeng dan kokoh.
  5. Acropora berjari (Digitate Acropora), bentuk percabangan rapat, dengan cabang seperti jari-jari tangan.
Daftar:
1. Pengertian Karang
2. Ekologi Karang
3. Genus Karang di Indo-Pasific