Monday, May 5, 2014

Mikrobiologi

Pengertian Mikroba


       Jasad  hidup  yang  ukurannya  kecil  sering  disebut  sebagai  mikroba  atau mikroorganisme  atau jasad renik.  Jasad  renik  disebut  sebagai  mikroba  bukan  hanya karena  ukurannya  yang  kecil,  sehingga sukar  dilihat dengan  mata  biasa,  tetapi  juga pengaturan  kehidupannya  yang  lebih  sederhana dibandingkan  dengan  jasad  tingkat tinggi. Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang ukurannya kurang dari 0,1 mm. Ukuran mikroba biasanya dinyatakan dalam mikron (ยต), 1 mikron adalah 0,001 mm. Sel mikroba umumnya  hanya  dapat  dilihat  dengan  alat  pembesar  atau  mikroskop,  walaupun demikian  ada mikroba yang  berukuran  besar  sehingga  dapat  dilihat  tanpa  alat pembesar.

Ruang lingkup Mikrobiologi Dasar

       Mikrobiologi  adalah  ilmu  yang  mempelajari  mikroba.  Mikrobiologi  adalah  salah satu  cabang  ilmu  dari biologi,  dan  memerlukan  ilmu  pendukung  kimia,  fisika,  dan biokimia.  Mikrobiologi  sering  disebut 
ilmu praktek  dari  biokimia.  Dalam  mikrobiologi dasar  diberikan  pengertian  dasar  tentang  sejarah penemuan  mikroba, macam-macam mikroba  di  alam,  struktur  sel  mikroba  dan  fungsinya,  metabolisme mikroba  secara umum,  pertumbuhan  mikroba  dan  faktor  lingkungan,  mikrobiologi  terapan  di  bidang lingkungan  dan  pertanian.  Mikrobiologi  lanjut  telah berkembang  menjadi  bermacammacam  ilmu  yaitu virologi,  bakteriologi,  mikologi,  mikrobiologi  pangan,  mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya.

Penggolongan mikroba diantara jasad hidup

      Secara  klasik  jasad  hidup  digolongkan  menjadi  dunia tumbuhan  (plantae)  dan dunia  binatang  (animalia).  Jasad  hidup  yang  ukurannya  besar  dengan  mudah  dapat digolongkan  ke  dalam  plantae  atau  animalia,  tetapi  mikroba  yang  ukurannya  sangat kecil  ini  sulit  untuk  digolongkan  ke  dalam  plantae  atau  animalia.  Selain  karena ukurannya,  sulitnya  penggolongan  juga  disebabkan  adanya  mikroba  yang mempunyai sifat antara plantae dan animalia.

Ciri umum mikroba

       Mikroba  di  alam  secara  umum  berperanan  sebagai  produsen,  konsumen, maupun  redusen.  Jasad produsen  menghasilkan  bahan  organik  dari  bahan  anorganik dengan energi sinar matahari. Mikroba yang berperanan sebagai produsen adalah algae dan bakteri fotosintetik. Jasad konsumen menggunakan bahan organik yang dihasilkan oleh  produsen.  Contoh  mikroba  konsumen  adalah  protozoa.  Jasad  redusen menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidupyang mati menjadi unsur-unsur kimia  (mineralisasi bahan  organik),  sehingga  di  alam  terjadi  siklus  unsur-unsur  kimia. Contoh mikroba redusen adalah bakteri dan jamur (fungi). 
       Sel mikroba yang ukurannya sangat kecil ini merupakan satuan struktur biologi. Banyak  mikroba  yang  terdiri  dari  satu  sel  saja  (uniseluler),  sehingga  semua  tugas kehidupannya  dibebankan  pada  sel  itu. Mikroba  ada  yang  mempunyai  banyak  sel (multiseluler).  Pada  jasad  multiseluler  umumnya  sudah  terdapat  pembagian  tugas diantara sel atau kelompok selnya, walaupun organisasi selnya belum sempurna.
       Setelah ditemukan mikroskop elektron, dapat dilihatstruktur halus di dalam sel hidup, sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad, yaitu:
1.  Prokariota  (jasad  prokariotik/  primitif),  yaitu  jasad  yang  perkembangan  selnya belum sempurna.
2.  Eukariota  (jasad  eukariotik),  yaitu  jasad  yang  perkembangan  selnya  telah sempurna.
       Selain  yang  bersifat  seluler,  ada  mikroba  yang bersifat  nonseluler,  yaitu  virus. Virus  adalah  jasad  hidup  yang  bersifat  parasit  obligat,  berukuran  super  kecil  atau submikroskopik.  Virus  hanya  dapat  dilihat  dengan  mikroskop  elektron.  Struktur  virus terutama  terdiri  dari  bahan  genetik.  Virus  bukan  berbentuk  sel  dan  tidak  dapat membentuk  energi  sendiri  serta  tidak  dapat  berbiak  tanpa  menggunakan  jasad  hidup lain.
Perbedaan virus dengan jasad bersel adalah sebagai berikut:
1. Satua struktur dari virus merupakan partikela (varion) sedangkan jasad bersel merupakan sel
2. Asam inti pada virus hanya DNA atau RNA saja sedangkan jasad bersel terdiri dari DNA dan RNA
3. Protein pada virus berupa selubung saja  sedangkan pada jasad bersel tersusun lengkap.
4. Virus terbentuk dari bahan genetik saja sedangkan pada jasad bersel tidak
5. Virus mensintesis bagian-bagiannya sendiri sedangkan pada jasad renik tidak
6. Jasad bersel terbentuk langsung dari elemen struktur sejenis yang ada sebelumnya, sedangkan pada virus
    tidak
      Selain virus ada jasad hidup yang disebut viroid, yaitu bahan genetik RNA yang bersifat infeksius (dapatmenginfeksi) sel inang. Viroid membawa sifat genetiknya sendiri yang  dapat  diekspresikan  di  dalam sel  inang.  Jasad  yang  lebih  sederhana  dari  virus adalah  prion,  yang  terdiri  suatu  molekul  protein yang  infeksius.  Adanya  kenyataan  ini merupakan  perkecualian  sistem  biologi,  sebab  prion  menyimpan sifat  genetiknya  di dalam rantaian polipeptida, bukan di dalam RNA atauDNA. Prion dapat menggandakan diri di dalam sel inang dengan mekanisme yang belumdiketahui dengan jelas.