Friday, May 23, 2014

Sel

Pengertian Sel

      Sel merupakan unit  fisik  terkecil  dari  organisme  hidup  adalah  sel.  Komposisi  material  sel  pada semua  organisme  adalah  sama  yaitu:  DNA,  RNA,  protein,  lemak  dan  fosfolipid,  yang merupakan komponen dasar semua jenis sel. Namun demikian pengamatan lebih teliti menunjukkan adanya perbedaan sangat mendasar antarasel bakteri dan sianobakteria di satu pihak dengan sel hewan dan tumbuhan di lain pihak. 
      
     Ada dua tipe sel yaitu: sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik merupakan tipe  sel  pada  bakteri  dan  sianobakteria  /  alga  biru (disebut  jasad  prokariot).  Sel eukariotik  merupakan  tipe  sel  pada  jasad  yang  tingkatnya  lebih  tinggi  dari  bakteri (disebut jasad eukariot) yaitu khamir, jamur (fungi), alga selain alga biru, protozoa dan tanaman serta hewan.
Perbedaan sel prokariotik dengan sel eukariotik adalah sebagai berikut:
  1. Sel prokariotik terdapat pada bakteri dan sianobakteri (Algae hijau-biru), sedangkan sel eukariotik itu terdpat pada algae pada umumnya, fungia, protozoa, plantae dan animali.
  2. Ukuran pada sel prokariotik berkisar >1-2 x 1-4 mikron sedangkan pada sel eukariotik berkisar > 5 mikron
  3. Sel prokariotik tidak memiliki membran inti sedangkan pada sel eukariotik memiliki membran inti
  4. Sel prokariotik tidak terjadi fase mitosis sedangkan pada sel eukariotik mengaami atau melalui fase mitosis
  5. Sel prokariotik tidak memiliki DNA organel sedangkan pada se eukariotik memiliki DNA organel.
  6. Struktur dalam sitoplasma sel prokariotik hanya terdapat ribosom plasma sedangkan pada sel eukariotik terdapat mitokondria, ribosom plasma, ribosom organel, retikulum endoplasmik, dan aparatgolgi.

Sel Prokariotik

      Tipe sel prokariotik mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan sel eukariotik. Beberapa sel bakteri  Pseudomonashanya berukuran 0,4-0,7µdiameternya dan panjangnya 2-3µ. Sel ini tidak mempunyai organela seperti mitokondria, khloroplas dan aparat golgi.
      Inti  sel  prokariotik  tidak  mempunyai  membran.  Bahan genetis  terdapat  di  dalam  sitoplasma, berupa untaian ganda (double helix) DNAberbentuk lingkaran yang tertutup. “Kromosom” bakteri pada umumnya hanya satu, tetapi  juga mempunyai satu atau lebih molekul  DNA  yang  melingkar  (sirkuler)  yang  disebut  plasmid.  Sel  prokariotik  tidak mengandung organel yang dikelilingi oleh membran. Ribosom yang dimiliki sel prokariot lebih kecil yaitu berukuran 70S. 
      Ukuran genom sel prokariot berbeda dengan sel eukariot. Jumlah DNA penyusun pada  sel  prokariot , pasangan  basa (pb)  DNA. DNA  pada  sel eukariot  mempunyai  pasangan  basa  lebih  tinggi,  sebagai  
     Sel  prokariotik  tidak seluruhnya membutuhkan oksigen, misalnya pada bakteri anaerob.

Sel Eukariotik

     Sel  eukariotik  mempunyai  inti  sejati  yang  diselimuti  membran  inti.  Inti  sel mengandung  bahan  genetis  berupa  genome/  DNA.  Seluruh  bahan  genetis  tersebut tersusun dalam suatu kromosom. Di dalam kromosom terdapat DNA yang berasosiasi dengan  suatu  protein  yang  disebut  histon.  Kromosom  dapat  mengalami  pembelahan melalui proses yang dikenal sebagai mitosis.
     Sel  eukariotik  juga  mengandung  organel-organel  seperti  mitokondria  dan khloroplas yang mengandung sedikit DNA. Bentuk DNA  dalam ke dua organel tersebut adalah sirkuler tertutup (seperti DNA prokariot). Ribosom pada sel eukariotik lebih besar dibandingkan  prokariotik,  berukuran  80S.  Di  dalam  sel  ini  juga  dijumpai  organel  lain yang  bermembran,  yaitu  aparatus  golgi.  Pada  tanaman organela  ini  mirip  dengan diktiosom. Kedua organel tersebut berperan dalam proses sekresi.