Monday, May 12, 2014

Cara Menghindari Gigitan Ular

Ular     


      Kasus gigitan ular jarang dilaporkan di Kalimantan, sampai sekarang sedikit sekali dilaporkan kasus gigitan ular di berbagai tempat. Ular sendok mempunyai reputasi sangat buruk di dunia dan jenis ini sering dijumpai disekitarpermukiman, namun demikian jenis ular ini tidak akan menyerang selama tidak di ganggu, jika terpaksa menyerang biasanya akan memberikan peringatan terlebih dahulu dengan mengembangkan leher yang berbentuk sendok dan mengeluarkan suara mendesis, mungkin sebagai suara peringatan agar jangan di ganggu atau mendekat, kemudian peringatan sedikit berbahaya yaitu dengan menyemprotkan bisa, bisa tersebut akan berbahaya jika mengenai luka atau mata.
       Dari Kota Kinabalu dilaporkan bahwa seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun yang mata sebelah kirinya disemprot oleh ular sendok, tidak mengalami kerusakan, setelah mata tersebut disiram dengan air
sebanyak-banyaknya, beberapa terjadi iritasi dan kemerahan tetapi  tidak ada komplikasi lebih lanjut. Dari Sabah perna seorang penduduk menjumpai ular king kobra Ophiophagus hannah sepanjang tiga meter kemudian memukulnya dengan tongkat dan mengira sudah mati, ketika mendekati, ular tersebut menggigit kakinya. Penduduk tersebut segera pulang ke desa dan dua jam kemudian meninggal. Ular king kobra mempunyai reputasi buruk karena lebih agresif, namun penduduk hulu Sungai Katingan Kalimantan Tengah membunuhnya ketika kebetulan bertemu, kemudian dibakar atau dipanggang untuk di jadikan lauk.
      Sedikitnya tiga jenis dari kelompok ular berbisa Areal BOSF adalah king kobra Ophiophagus hannah, ular cabe Calliophis bivirgata, ular mati ekor Tropidolaemus wagleri, ketiga jenis ini jarang dijumpai disekitar permukiman. Ular cabe jika merasa terganggu malah tidak bergerak, kadang melingkar dengan menaikan ujung ekor yang warna merah menyala, warna yang sama dengan kepala, jenis ini termasuk ular pemalu sehingga akan segera pergi jika bertemu dengan manusia, berbeda dengan king kobra yang paling agresif terutama jika sedang mengerami telur, pengalaman penulis dengan ular ini cukup jadi referensi, pada pertengahan tahun 1995 bersama team survei mamalia besar diserang oleh king kobra ketika mendaki bukit, sehingga dengan terpaksa melarikan diri bersama team, dan ketika merasa aman kami mencoba memeriksa kenapa ular tersebut menyerang, setelah diamati ternyata ular tersebut telah membunuh ular cincin emas (Boiga dendrophila) yang panjangnya sekitar 150 cm, ular mati ekor (Tropidolaemus wagleri) adalah ular potensial fatal apabila kena gigitannya, tapi ular tersebut sangat pemalas pada siang hari, dan sedikit agresif pada malam hari. 
      Dari famili Colubridae yang berpotensial berbisa tetapi tidak mematikan adalah: Ahaetulla prassina,Boiga dendrophila. Untuk menghindari agar tidak digigit ular, ikutilah saran-saran di bawah ini:
  1. Pakailah sepatu tinggi atau bot dan celana panjang sewaktu berjalan dihutan atau diladang serta perhatikanlah apa yang dihadapan anda.
  2. Jangan melangkahi kayu-kayu besar yang mati atau batubatu, tetapi naiki batu atau kayu tersebut. Hal ini untuk menjaga agar tidak menginjak ular, yang umumnya sering berdiam di bawah-bawah batu atau kayu.
  3. Jangan mencoba mengganggu, menyerang atau membunuh ular yang sedang diam. Berjalanlah ke samping atau menghindar. Ular akan mempertahankan diri apabila hendak terinjak. Oleh karena itu kita harus melihatnya padajarak 1-2 meter lebih dahulu. Jangan panik, karena ular tidak akan mengejar, walaupun mau menyerang, ular tidak dapat berlari sekencang lari orang.
  4. Jangan sentuh ular yang telah mati, hal ini untuk menghindarkan bisanya yang tercecer ke mana-mana.
  5. Jangan duduk-duduk dekat lubang-lubang atau dekat kayu-kayu busuk, karena sering kali merupakan sarang ular.
  6. Jangan berjalan di malam hari tanpa lampu senter yang kuat, karena ular sering berada dijalan-jalan untuk mencari tempat-tempat yang hangat, sebaiknya peganglah lampu senter di depan Anda, agar sewaktu-waktu ular menyambar sinar tidak terkena tubuh anda.
  7. Jika Anda berlari sewaktu berburu, lihatlah jalan setapak yang akan Anda lalui karena ular tanah tidak akan menyingkir walaupun kita membuat gerakan, malahan jika hendak terinjak akan menyerang dengan hebat.
  8. Jika Anda berada berada di hutan atau di padang rumput, jangan berusaha mengambil batu-batu secara sembarangan, periksalah batu yang hendak diambil itu dengan tongkat.
  9. Jika Anda hendak melakukan aktivitas panjat tebing usahakanlah agar jangan mencari pegangan diatas kepala atau pada lubang-lubang yang tidak terlihat oleh mata.