Thursday, June 26, 2014

Ular

ULAR
      Di  Indonesia  terdapat  kurang  lebih  170  jenis  ular dan  diantaranya  terdapat  beberapa  jenis  yang berbisa. Jenis  ular  tersebut  diatas  tersebar  diseluruh  kepulauan Indonesia baiak dilaut maupun didarat. Faktor lingkungan dapat  mempengaruhi  warna  dan  tingkah  laku  jenis  ular meskipun jenis dan warganya sama. 
fAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JENIS ULAR
  1. Bentuk kepala
  2. Warna kulit
  3. Susunan gigi / tipe gigi
  4. Tingkat bisa
  5. Tingkah laku
  6. Jenis makanan dan cara /waktu mencari makan. 
  7. Hidup di air, darat, gurun, pohon dan laut.
FAKTOR-FAKTOR  YANG  MENENTUKAN  JENIS  ULAR BERBISA ATAU TIDAK BERBISA TINGGI
  1. Gerak  lambat  dan  tidak  takut  dengan  musuh  atau  lawan .
  2. Gigitannya atau bisanya mematikan.
  3. Mencari makan dimalam hari.
  4. Sering memakan sejenisnya yang lebih kecil.
  5. Bentuk kepala segitiga.
  6. Memiliki sepasang traring bisa.
  7. Membunuh mangsanya dengan menggigit.

BERBISA RENDAH
  1. Gerakan cepat, liar dan takut dengan lawan.
  2. Gigitanya tidak mematikan.
  3. Mencari makan disiang hari.
  4. Bentuk kepala bulat telur.
  5. Membunuh mangsanyandengan melilit.

ADA BEBERAPA JENIS YANG MENYALAHI
  1. Ular  Sawah  (Phyton)  tidak  berbisa,  mencari  makan dimalam hari dan gerakannya lambat.
  2. Ular  Cobra,  weling  /  welang,  pundak  bromo,  adalah ular berbisa mematikan, bentuk kepala bulat telur.
  3. Ular Cobra mencari makan tidak mengenal waktu.
  4. Ular  Bajing  bentuk  kepala  segitiga,  mempunyai sepasang taring, berbisa lemah.
TYPE BISA ULAR
  1. Neorotoxin (syaraf)
  2. Hemotoxin (darah)
  3. Kardiotoxin (jantung)
       Prinsip kerja bisa ular adalah menghancurkan  dan  menghentikan  metabolisme  sel, menghentikan suplai oxigen pada perdaran darah.
  1. Neurotoxin (syaraf): Merusak  saraf  pernafasan  sehingga  orang/organisme tidak dapat menganbil oksigen.
  2. Kardiotoxin (jantung): Merusak  fungsi  jantung  sehingga  tidak  dapat menyebarkan O2 yang penting bagi metabolisme sel.
  3. Hemotoxin (darah): Merusak  jaringan  darah  –  hemolisisi  –  sehingga  tidak dapat mengikat oksigen.

      Penyebaran bisa keseluruh tubuh melalui pembuluh limpa (kelenjar  getah  bening)  yang  membuat  sistem  kekebalan tubuh (antibiotik). Gejala  keracunan  akan  tampak  dalam  dua  jam  setelah terpelatuk.  Korban  sebaiknya  dibawa  kerumah  sakit  tidak lebih dari 8 jam.

GEJALA YANG TIMBUL AKIBAT NEOROTOXIN/KARDIOTOXIN
* Ringan 
  1. Pening / pusing
  2. Muntah
  3. Perasaan tidak enak
  4. Luka bengkak (1-2 jam) kecuali weling/welang
* Berat
  1. Sangat mengantuk
  2. Kesadaran Turun
  3. Nafas tersengal
  4. Anggota badan sulit digerakan
  5. Sulit menelan
  6. Bicara kurang Jelas
  7. Mata membesarKelopak mata tertutup (ptosis)

       Pada  dasarnya  bisa  ular  tidak  cukup  untuk  mematikan menusia  karena  volume  bisanya  sedikit,  namun  karena kondisi  kesehatan  manusia  berbeda-beda  maka  kadangkadang  dapat  mematikan  manusia  yang  digigit.  Maka dengan  demikian  tingkat  bisa  ular  dapat  dibedakan menjadi 4 yaitu:
  1. Ular  berbisa  gigitannya  mematikan  dalam  waktu singkat  (kalau  tidak  cepat  mendapat pertolongan darurat)
  2. Ular berbisa gigitannya mematikan dalam tempo 3 s/d 7  hari,  kalau  si  penderita  cacat  dapat  bertahan,  atau bilamana penderita masih tertolong.
  3. Ular  berbisa  menengah  gigitanya  berakibat  demam dan pembengkakan pada bekas yang di gigut.
  4. Berbisa  rendah  hanya  mengakibatkan  si  penderita mengalami  pendarahan  pada  bekas  gigitannya,  dan bisa  mengakibatkan  infeksi  (bila  tidak  cepat dibersihkan).
       Empat  tingkatan  diatas  untuk  penderita  kondisi  sangat mempengaruhi  dan  perlu  diketahui  orang  yang  pernah mendapat  anti  bisa  atau  sering  digigit  binatang  berbisa ketahanan tubuh akan lebih baik.