Tuesday, March 8, 2016

ECHINODERMATA

Echinodermata

    Filum Echonodeta berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata Echinos (Duri) dan Derma berarti kulit. Jadi Echinodermata berarti hewan yang berkuli duri yang banyak ditemukan hampir disemua kedalaman. Filum ini muncul di periode Cambrian awal dan terdiri atas 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah.

    Echinodermata merupakan filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang mampu hidup di air tawar atau darat. Echinodermata sangat khas karena bentuk tubuhnya simetris radial (Memiliki jari-jari yang simetris), khususnya simetris bilateral pentameral (Memiliki jari-jari yang simetris terbagi lima). Walaupun Echinodermata terlihat primitif, filum Echinodermata masih berkerabat dekat dengan Chordata, dan simetris radilanya berevolusi secara sekunder. 

    Ciri filum Echinodermata:
  1. Tubuhnya simetrik radial, umumnya pentameri (bersegi lima), tidak ada segmentasi (Tripoblastik selomata).
  2. Dinding tubuh tersusun dari theka kapur yang dapat membentuk endoskeleton dan duri-duri eksternal,
  3. Saluran pencernaan berkembang sempurna dari mulut sampai anus kecuali kelas Ophiuroidea yang tidak memiliki anus.
  4. Alat pernapasan berupa dermal branchiata, kaki tabung atau tentakel, kaki insang
  5. Sistem hidrovaskuler dengan kaki-kaki yang berfungsi untuk pergerakan (kaki ambulakral),
  6. Hermaprodit pada kelas Holothuridea, kelamin terpisah (Dioseus), telur biasanya dibuahi di dalam air laut,
  7. Ekskresi menggunakan sel-sel amoeboid
  8. Sistem syaraf berpusat di cincin syaraf, dihubungkan dengan tali-tali syaraf radial
  9. Larvanya mikroskopis dan mempunyai silia, 
  10. Semua anggotanya hidup di laut,
Filum Echinodermata memiliki 7000 anggota, dimana semuanya hewan laut, yang dibagi menjadi 6 kelas:
  1. Asteroide (Bintang laut)
  2. Ophiuroidea (Bintang mengular)
  3. Echinodea (Bulu babi dan Sand Dollar)
  4. Crnoidea (Lili laut dan Bintang laut)
  5. Holothuroidea (Timun laut)
  6. Concentricycloidea (Aster laut).
     Habitat Echinodermata dapat ditemui hampir semua ekosistem laut. Namun ekosistem yang paling tinggi terdapat pada terumbu karang di zona intertidal. Hal ini dipengaruhi oleh faktor fisik dan kimia pada masing-masing daerah. Nybakken (1987) mengemukakan bahwa, “Dari semua pantai intertidal, pantai berbatu yang tersusun dari bahan keras merupakan daerah yang paling padat mikroorganismenya dan mempunyai keanekaragaman terbesar baik untuk spesies hewan maupun tumbuhan”. Diketahui bahwa komunitas hewan Echinodermata di alam bebas memiliki ukuran populasi yang tidak sama kerena dalam komunitas itu terjadi interaksi spesies yang tinggi.

Daftar Pustaka:
  • Abubakar. S.K.  2011.Struktur Komunitas Echinodermata pada Zona Intertidal di Gorontalo. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Gorontalo. Jurnal Penelitian dan Pendidikan, Volume 8 No.1, Maret 2011.
  • Lariman. 2010. Keanekaragaman Filum Echinodermata di Pulau Segajah Kota Bontang Kalimantan Timur. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Mulawarman. Bioprospek, Volume 7, Nomor II, September 2010
  • Nyabakken, James. Wiley. 1988. Biologi Laut; Suatu Pendekatan Biologi. Jakarta. Gramedia
  • Purnama. D.P. Phylum Echinodermata. 22 pp