Monday, March 7, 2016

Kupu-kupu dan Ngengat

Kupu dan Ngengat
   Kupu-kupu, siapa yang tidak mengenal makhluk yang cantik, anggun dan menawan ini. Kupu-kupu yang terbang diadapan kita mampu memukau dan menarik perhatian dikala kupu-kupu mengepakkan sayapnya secara gemulai. Selain cantik kupu-kupu juga merupakan serangga yang tidak berbahaya.
    Di dalam ilmu Taksonomi kupu-kupu dan Ngengat dikelompokkan kedalam kelas insekta atau serangga dikarenakan tubuh yang beruas-ruas dan kaki 3 pasang (6 kaki). Kupu-kupu dimasukkan kedalam sub-kelas Pterygota dikarenakan  kupu-kupu memiliki sayap, dimana sayap kupu-kupu tertutup oleh sisik yang halus (Tersusun kayak genteng) maka kupu-kupu dimasukkan ke dalam bangsa atau ordo Lepidoptera. Berdasarkan dari bentuk tubuh dan aktifitasnya, ordo Lepidoptera dikelompokkan menjadi dua sub ordo, yaitu Rhopalocera (butterflies) jika aktif di siang hari dan Heterocera (moth) jika aktif di malam hari. Kupu-kupu (butterflies) memiliki sayap yang relatif indah dengan warna menarik, sedangkan ngengat (moth) bersayap kusam dan kurang menarik. Biasanya tertarik pada cahaya lampu.

    Kupu-kupu memiliki jumlah yang paling banyak dari pada ordo lainnya dalam kelas insekta dan tersebar dari dataran rendah sampai ketinggian 750 m di atas permukaan laut (dpl) serta ditemukan pada daerah hutan, pinggiran hutan, ladang, semak belukar, dan di sepanjang aliran air. Penyebaran setiap jenis kupu-kupu tersebut mengikuti pola distribusi yang jelas.

    Kupu-kupu dan ngengat merupakan serangga terbang yang mengalami metamorfisis sempurna, yaitu melawati empat tahapan yang berbeda. Daur Hidup kupu-kupu dan ngengat meliputi telur, larva, pupa dan kupu-kupu dewasa. Proses metamorphosis terjadi cukup lama  dan panjang, tetapi sederhana. Kupu-kupu memiliki keunikan ketika meletakkan telurnya, kupu-kupu dan ngengat tidak meletakkan telurnyaa secara sembarangan, kupu-kupu dan ngengat meletakkan telurnya di dedaunan (biasanya dibawah permukaan daun, tetapi ada juga yang diatas permukaan daun). Hal ini berguna nantinya pada saat telur kupu-kupu menetaskan telurnya, dedaunan itu menjadi sumber makanan (host plant) larva hingga mencapai fase dewasa. Kupu-kupu dan ngengat (fase dewasa) dapat hidup apabila memakan nectar bunga dengan menggunakan mulutnya yang berbentuk selang pengisap yang disebut proboscis.

    Perbedaan antara kupu-kupu dan ngengat dapat dilihat dari perilaku dan bentuknya
  1. Ngengat hinggap dengan kedua pasang sayap terbuka, sedangkan kupu-kupu tertutup
  2. Ngengat aktif pada malam hari (nocturnal) dan umumnya tertarik cahaya lampu, sedangkan kupu-kupu aktif di siang hari (diurnal)
  3. Ngengat punya antenna (Sungut) pendek dan bentuknya mirip bulu, beberapa jenis ujungnya membesar (Clubed), sedangkan antenna kupu-kupu langsing, gilig seperti lidi dengan ujung membesar (Clubed)
  4. Ulat atau larva ngengat mempunyai kaki semu (kaki perut) kurang dari 5 pasang, sedangkan larva kupu-kupu mempunyai 5 pasang kaki semu (kaki perut)
  5. Pupa ngengat di dalam kokon sutera, sedangkan pupa kupu-kupu telanjang, dan umumnya pada bagian ujung dilengkapi substansi sutera atau tali sutera untuk menopang pelekatannya pada substrat.
    Kupu-kupu dan ngengat memiliki peranan penting dalam ekosistem, yaitu sebagai bagian dari rantai makanan, sebagai serangga penyerbuk dan sebagai sumber makanan bagi predator. Selain memiliki peranan positif juga memiliki peranan negatif bagi manusia jika larvanya merupakan pemakan tanaman pertanian.

Daftar Pustaka:
  • Koneril R. dan Saroyo. 2012. Distribusi dan Keanekaragaman Kupu-kupu (Lepidoptera) di Gunung manado Tua, Kawa Taman Nasional Laut Bunaken Sulawesi Utara. Jurusan Biologi FMIPA UNSRAT.  Jurnal Bumi Lestari, Volume 12 No. 2, Agustus 2012, hl. 357-365h.
  • Noerdjito W.A. dan Pudji A. 203. Metode Survei dan Pemantauan Populasi Satwa; Seri Keempat Kupu-kupu Papilionidae. Cibinong. Puslit Biologi-LIPI.
  • Pulungan H.M. 2011. Kupu-kupu (Rhopalocera) di Kawasan Taman Satwa Kandi Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Padang. Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Andalas.
  • Supriyanto.1997. Eksplorasi Jenis Kupu-kupu Sayap Burung (Ornithoptera spp.) di Kecamatan Yapen Timur Kabupaten Dati II Yapen Waropen. Manokwari. Fakultas PertniaUniversitas Cendrawasih.