Wednesday, May 25, 2016

REPRODUKSI SEKSUAL KARANG

Kelamin Pada Karang
 
Reproduksi seksual merupakan reproduksi yang melibatkan peleburan sperma dan ovum (fertelisasi). Reproduksi seksual karang dimulai dengan pembentukan calon gamet sampai terbentuknya gamet matang, proses ini disebut dengan gametogenesis. Selanjutnya gamet yang matang atau masak dilepaskan dalam bentuk telur atau planula.

Gambar. Spowning (Sumber: Coral watch; Video-Introduction to CoralReefs_bahasa Indonesia)

Masing-masing jenis karang mempunyai variasi dalam melepaskan telur atau planulanya. karang tertentu melepaskan telur yang telah dibuahi dan pertumbuhan terjadi di luar (Boadcaster), sedangkan karang yang lain telurnya dibuahi didalam tubuh induknya kemudian dierami untuk beberapa saat kemudian dilepaskan dalam bentuk planula (Broader). Planula yang telah dilepaskan akan berenang bebas dan apabila menemukan tempat yang cocok maka planula akan menempal dan membentuk koloni baru.

Jenis Kelamin Karang
 
Jenis kelamin karang tidak mudah untuk dilihat dari luar atau dengan kasat mata seperti hewan tingkat tinggi lainnya. Untuk menentukan jenis kelamin pada karang harus mengamati gonad matang di dalam Coelenteron. Jenis kelamin karang dapat dilihat dengan jelas sewaktu karang brooder mengandung embrionya dalam Coelenteron. Testis karang biasanya berwarna putih, sedangkan ovarium biasanya tampak lebih menyolok merah, merah muda, orange, coklat atau biru.
 
Berdasarkan individu penghasil gamet, jenis kelamin karang dapat dikategorikan bersifat:

  1. Gonokoris: Dalam satu jenis (Spesies), telur (gamet betina) dan sperma (gamet jantan) dihasilkan oleh individu yang berbeda. Dimana karang yang jantan dan betina itu berbeda atau kelamin terpisah (dioecious). Ex: Sub Ordo Fungiina, antara lain family Agaricidae, Siderastreidae, Fungiidae dan Poritidae.
  2. Hermafrodit: Apabila telur dan sperma dihasilkan oleh satu polip. Ex:Family Acroporidae, Pocilloporidae, Faviidae, Merulinidae, Oculinidae, Musidae dan Pectinidae.
Karang hermafrodit menurut perkembangan atau kematangan gonadnya dibagai atas:

  1. Hermafrodit simultan (Simultaneous hermaphrodite); Ovum dan sperma dibentuk dan matang secara bersamaan (egg-sperm-packet). Meskipun bersamaan sel telur dan sperma bersamaan matang, pembuahan akan terjadi 10-40 menit setelah sperma dan sel telur berpisah. Ex: Family Acroporidae dan Favidae
  2. Hermafrodit berurutan (Sequential hermaphrodite); Proses pematangan sperma atau ovum berbeda waktunya. Prose pematangan gonad ini dibagi menjadi dua yaitu:
  • Protrandus; Jantan matang terlebih dahulu disbanding betina
  • Protogynous: Betina lebih dulu matang dibandingkan jantan
Ex; Stylophora pistillata, Hydophora rigida  dan Goniostrea favulus

Moderl reproduksi Karang berdasarkan model pertemuan karang

1.    Mangandung larva (Brooding/ Planulator)
Telur dan sperma yang dihasilkn, tidak dilepaskan kekolom air sehingga fertelisasi secara internal di dalam gastrovaskuler kemudian dierami hingga perkembangannya mencapai stadium larva planula. Planula ini langsung memiliki kemampuan untuk melekat di dasar perairan untuk melanjutkan proses pertumbuhan.
Ex: Pocillopora damicornis dan Stylophora sp.
2.    Pemijahan (Spowning): Melepaskan telur dan sperma ke kolom perairan dan pembuahan terjadi eksternal selanjutnya embrio juga berkembang diperairan. Pada tipe ini pembuahan telur terjadi setelah beberapa jam berada di air.
Ex: Genus Favia

Sumber: 
  • COREMAP. 2006. Modul Transplantasi Karang Secara Sederhana; Pelatihan Ekologi Pertumbuhan Karang. COREMAP FASE II Kabupaten Selayar-Yayasan Terangi Link Makassar.
  • Munasik dan Wisnu W. 2005. Indonesia Journal of Marine Sciences: Reproduksi Karang Acropora aspera di Pulau Panjang, Jawa Tengah: II. Waktu Spawning. Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Semarang-Indonesia.
  • Silvianita T. 2003. Makalah Trining Course: Karakteristik Biologi Karang. Yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi)