Wednesday, June 8, 2016

BELT TRANSECT METHODS

Transek Sabuk/ Belt Transect Methods

Apa itu Belt Transek???
Belt Transek atau yang biasa dikenal dengan nama metode transek sabuk dimana transek sabuk digunakan untukmenggambarkan kondisi populasi suatu jenis karang yang mempunyai ukuran relatif beragam atau mempunyai ukuran maksimum tertentu misalnya karang dari genus Fungia. Metode ini juga biasa digunakan untuk survey ikan indikator karang, kesehatan karang dan kerusakan karang, jumlah koloni diameter terbesar dan jumlah jenis di suatu daerah terumbu karang.

Gambar. Metode Transek sabuk atau Belt Transect Methods


Peralatan yang dibutuhkan
Adapun peralatan yang dibutuhkan dalam melakukan survey menggunakan metode transek sabuk / belt trabsect, sebagai berikut:
1. Meteran 
2. Tongkat dengan panjang 2.5 m
3. Alat dasar (Masker, snorkel dan fins)
4. Scuba set (BCD dan Regulator)
5. Pemberat
6. Tabung selam
7. Sabak/ kertas underwater
8. Pensil dan penghapus
9. Kamera underwater
10. Boat/ kapal
11. Tali/ tasi

Prosuder Kerja Belt Transect

Adapun prosuder kerja dalam pelaksanaan survey menggunakan metode transek sabuk atau belt transect adalah sebagai berikut:
  1. Penyelam menggelar meteran sepanjang 100 meter dikedalaman tertentu (Biasanya pada kedalaman 3-5 meter dan 6-10 meter), atau penyelam menggelar 2 meteran sepanjang 100 meter dikedalaman yang sama dengan jarak meteran atara meteran 1 dengan meteran yang lain yaitu 5 meter.
  2. Kedua penyelam menggunakan tongkat tadi untuk memperkirakan jarak ketika meteran yang digunakan Cuma satu.
  3. Pengambilan data dilakukan dengan:Pengambilan data dilakukan dengan memilih salah satu proses pengambilan data dimana sebagai berikut: (1) Mendata Keseluruhan panjang metera. (2) Membagi meteran dalam 4 segmen yaitu: 0-20 meter, 25-45 meter, 50-70 meter, dan 75-95 meter. Perlu ada spasi atau jarak diantara segemen yaitu 5 meter.
  4. Pengambilan dan pengamatan data dilakukan dengan bergerak seoerti huruf U.
  5. Mencatat dan mendata objek kajian.
  6. Pengolahan data.
Objek Pengamatan metode Belt Transect.
Objek kajian pengamatan metode transek sabuk/ belt transect yaitu:
1. Invertebrata
- Banded Coral Shrimp (Stenopus hispidus)
- Acanthaster planci/ Crown of Thorns Starfish (CoTs)
- Spiny lobster (Panulirus spp.)
- long-spined black sea urchins (Diadema spp.)
- Giant clams (Tridacna spp.)
- Pencil urchin (Heterocentrotus mammilatus)
- Sea cucumber (Thelonota ananas, Stichopus chloronotus, Holothoria edulis)
- Triton (Charonia spp.)
- Drupella spp. Snails
- Collector urchin (Tripneuste spp. )
- Trochus (Trochus niloticus)
- Anemone
2. Ikan/ fish
- Butterfly fish/ Ikan kupu-kupu/iken kepe-kepe/ (Chaetodontidae)
- Grouper/ Ikan kerapu dengan ukuran > 30 cm (Serranidae)
- Baramundi cod (Cromileptes altivelis)
- Snapper (Lutjanidae)
- Humphead wrasse/ Ikan napoleon (Cheilinus undulates)
- Parrotfish dengan ukuran > 20 cm (Scaridae)
- Bumphead parrotfish (Bolbometopon muricatum)
- Sweetlips (Haemulidae)
- Moray eel (Muraenidae)
3. Dampak/ Impact
- Coral demage: boat/ anchor
- Coral demage: dynamite
- Coral damage: other
- Trash: fishing nets
- Trash: Fishing line
- Trash: general
- Bleaching (% of coral population)
- Bleaching (% of colony)
- Disease (% presence of disease of Coral population)
- Drupella sp. Scars
- Crown of Thornes starfish scars
- Others Scars.

Kelebihan metode belt transect
Setiap metode memiliki kelebihan masing-masing, begitupun dengan metode belt transect atau metode sabuk memiliki kelebihan seperti di bawah ini:
  1. Pencatatan data jumlah individu lebih teliti
  2. Data yang diperoleh mempunyai akurasi yang cukup tinggi dan dapat mengambarkan struktur populasi karang.

Kekurangan metode belt transect
Selain kelebihan, metode transek sabuk/ belt transect memiliki kekuranganseperti berikut:
  1. Membutuhkan keahlian untuk mengidentifikasi karang secara langsung dan dibutuhkan penyelaman yang baik
  2. Waktu yang dibutuhkan cukup lama.

Metode lain yang biasa digunakan yang merupakan pengembangan dari metode sabuk/ belt transect adalah video belt transect atau video transect sabuk. Metode ini menggunakan video dimana pengambilan data dilakukan sepanjang transect  dan kemudian diputar kembali secara berulang untuk menghitung data keberadaan karang, ikan dan sebagainya. Metode ini memiliki keuntungan yaitu waktu penyelaman relative lebih singkat atau lebih efisien, tidak membutuhkan biaya dan tenaga. Hanya saja peralatan underwater video yang masih tergolong mahalbagi eneliti di Indonesia.
Sumber:
  • Hill J.  Reef Check Australia Survey Methods. Reef Check Foundation. Australia.
  • Hodgson G, et al. 2006. Buku Pedoman: Panduan Monitoring Karang Reef Check. Reef Check Foundation. Indonesia
  • Johan O. 2003. Paper: Metode Survei Terumbu Karang. Training course; Karakteristik Biologi Karang. PSK-UI dan Yayasan TERANGI. Indonesia
  • Progres report on; Marine and coastal resource monitoring capacity building program for Thailand MPA Staff.
  • Hodgson G and Domigo O. 2006. MAQTRAC. Reef Check Foundation. USA