Friday, June 10, 2016

POINT INTERCEPT TRANSECT (PIT)

Apa itu Point Intercept Transect (PIT)???
Point Intercept Transect (PIT) merupakan metode untuk memantau kondisi substrat dasar perairan yang dikeluarkan oleh reef check foundation yang mana untuk memonitoring persentase karang hidup hidup, karang mati, karang rusak serta biota lainnya yang berada dalam ekosistem karang tersebut. Metode PIT merupakan salah satu metode untuk mengetahui kondisi terumbu karang serta dalam pelaksanaannya menggunakan waktu yang relative efisien atau cepat. Dalam pelaksanaannya metode ini menggunkan poin pengamatan tiap 0.5 meter.

Gambar. Metode Point Intercept Transect (PIT). (Sumber: Reef Check Manually)


Objek Pengamatan metode Point Intercept Transect (PIT)
Dalam pengamatan metode Point Intercept Transect (PIT), terdapat objek kajian pengamatan dan penilaian dalam kategori substrat, yaitu:
  1. Hard Coral- karang keras (HC): Semua karang keras, karang api (Millepora), Karang biru (Heliopora) dan Karang pipa (Tubipora)
  2. Soft Coral – Karang lunak (SC): Semua Karang lunak (Soft coral) dan Zoanthids.
  3. Recently Killed Coral- karang yang baru saja mati (RKC): Karang yang mati dalam kurun waktu setahun, dimana bagiannya masih utuh, putih, segar dan sangat jelas struktur koralitnya tapi bisa saja terpecah menjadi bagian-bagian kecil.
  4. Nutrient Indicator Algae- Alga Indikator Nutrien (NIA) Semua algae  dicatat kecuali Coralline algae, Calcareus (Halimeda), Turf alga (Alga yang lebih pendek dari 3 cm)
  5. Sponge-Spons (SP): Semua spons (Tapi bukan Tunicate)
  6. Rock- Batu (RC): Karang yang sudah lebih dari satu tahun, dimana koralitnya sudah terkikis sehingga yang Nampak Cuma sedikit, baik yang dumbuhi turf alga ataupun corlline algae
  7. Rubble- Pecahan Karang RB): Pecahan karang yang sudah mati, termasuk batu dengan ukuran diameter arah terpanjang antara 0.5 dan 15 cm. jika lebih besar dari 15 cm maka itu adalah batu dan jika kecil dari 0.5 cm maka itu adalah pasir.
  8. Sand- Pasir (Pasir): Partikel yang lebih kecil dari 0.5 cm, dimanaapabila diajatuhkan di dalam air, pasir akan cepat jatuh ke dasar
  9. Silt/ Clay- Lumpur/ lempung (SI): Sedimen yang tursuspensi jika teraduk. Perhatikkan jikan lumpur teba dari 1 cm maka data sebagai lumpur akan tetapi jika warna daridasar substrat masi terlihat warnanya data sebagai substrat dan bukan lumpur.
  10. Bleached Hard Coral- Kerang Keras Yang memutih (HCB):  Karang keras hidup memutih, jadi semua karang yang memutih dan masih hidup.
  11. Others-lainnya (OT): Semua organisme hidup dan diam/ tidak bergerak termasuk anemone laut, Tunicate, gorgonian dll.

Perlengkapan yang dibutuhkan
Adapun perlengkapan yang dibutuhkan dalam metode point intercept transect (PIT), sebagai berikut:
  1. Boat/ kapal
  2. Alat dasar (Masker, snorke dan fins)
  3. Scuba Set (BCD dan Regulator)
  4. Tabung selam
  5. Pemberat
  6. Meteran (Roll Meter)
  7. Sabak atau kertas underwater
  8. Pensil
  9. Penghapus
  10. Kamera underwater
  11. Pointer

Prosedur Pelaksanaan metode Point Intercept Transect (PIT)
Dalam pelaksanaan metode ini sangat perlu diperhatikan prosedur PIT dengan baik agar data yang diperoleh betul-betul akurat. Adapun prosuder Point Intercept Transect (PIT) sebagai berikut:
  1. Menentukan lokasi, dan menandai menggunakan GPS
  2. Penyelam menarik transek sepanjang 100 meter, dimana pemasangan Transek dilakukan di 2 kedalaman yaitu kedalaman atara 3-5 meter dan kedalaman anatar 6-10 meter,  dengan survey kedalaman rata-rata saat surut
  3. Penyelam melakukan pengamatan sesuai dengan objek kajian di atas. Perlu diperhatikan bahwa transek sepanjang 100 meter dikelompokkan kedalam 4 segemen, dimana segmen satu (0-20 meter), segemen dua (25-45 meter), segmen tiga (50-70 meter) dan segemen empat (75-95 meter).
  4. Penyelam melakukan pendataan sepanjang linet transek dengan mengamati titik dengan skala 05 meter dimulai dari 0 meter, 0.5 m, 1 m, 1.5 m,………20m, terus antara segmen ada spasi yaitu 5 meter.
  5. Jangan lupa mengambil gambar sampel dan pengamatan yang dilakukan.
  6. Olah data

Catatan survey:
1. Waktu ideal untuk melakukan pendataan yaitu anatara jam 9.00-10.00
2. Diselsaikan dalam kurang waktu kurang lebih 1 jam
3. Menjaga keseimbangan agar tdiak merusak karang serta memperoleh data yang baik
4. Jangan terlalu banya pemberat, disesuaikan
5. Jangan membiarkan peralatan menjutai
6. Hindarai gerakan yang tidak perlu
7. Jangan Mengulangi dan menyentuh substrat tertentu yang tidak perlu


Sumber:
  • Hodgson G., et.al. 2006. Instruction Manual: A Guide Reef Check Coral Reef Monitoring. Reef Check Foundation. Indonesia
  • Hill J. Reef Check Australia; Survey Methods. Reef Check Foundation. Australia 
  • Manuputy A.E.W., dan Djuwariah. 2009. Methode Guide; Point Itercept Transect (PIT) for Community. COREMAP II-LIPI. Jakarta.
  • Reef Cehck Indonesia. PPT; Pendahuluan Pelatihan Reef Check EcoDiver. 2012. Reef Check Foundation. Indonesia
  • Reef Check Australia. 2013. Reef Check Australia: Methods Manual. Reef check Foundation. Australia