Sunday, June 12, 2016

PAPILIONIDAE

Famili Papilionidae
Kupu-kupu dari kelompok ini kebanyakan berukuran sedang sampai dengan ukuran besar, dimana kuupu-kupu ini pola warna yang mearik seperti merah, kuning, hijau dengan kombinasi hitam dan putih. Kupu-kupu dari family Papilionidae biasa juga dikenal dengan kupu-kupu sayap burung birdwing atau Swallowtails. Tapi paling umum kebanyakn menganalnya dengan kupu-kupu swallowtails, hal ini dikarenakan beberapa jenis sayap belakangnya memanjang membentuk bangunan mirip ekorserta cara terbang yang lambat merip burung laying-layang.

Gambar. Kupu-kupu dari Famili Papilionidae, spesieas Graphium agamemnon (Sumber: Foto Koleksi pribadi)


Karakter atau ciri dari kupu-kupu Papilionidae
  1. Umumnya sayap belakang memiliki bangun menyerupai ekor
  2. Terbang lambat dan warna saya cenderung menarik
  3. Memiliki 3 pasang tungaki untuk berjalan
  4. Mengunjungi bunga dan mengisa nektar
  5. Umumnya kupu-kupu ini mengepakkan sayap pada saat mengisap nektar
  6. Memiliki telur dengan bentuk membulat, hijau kekuningan dengan ukuran beragam
  7. Telur diletakkan satu-satu pada inangnya
  8. Larva memiliki organ osmeterium yang terdapat pada protoraks (toraks depan). Osmeterium berhubungan dengan suatu kelenjar bau, apabila merasa terancam osmeterium secara otomatis akan terjulur dibarengi dengan semprotan bau khas.
  9. Pupa atau eompong umumnya ditopang oleh benang sutera, dengan kepala tengadah, ujung belakang menempel pada substrat dengan bantalan sutera.


Famili Papilionidae telah dikenal sebnyak 572 spesies di dunia yang terdiri dari 3 anak suku, yaitu:
  1. Papiioninae (Hampir 500 spesies yang ada di semua belahan dunia)
  2. Baroniinae (1 spesies hanya ada di Meksiko)
  3. Parnassiinae (Sekitar 80 spesies di daerah eropa dan Amerika Utara, dan hanya beberapa speises di Asia Tengah), sedangkan di Indonesia terdapat skitar 120 spesies.


Banyak jenis yang bersifat sexual dimorphic yaitu berbeda pola sayap jantan dan betina. Beberapa jenis, betina bersifat polymorphic atau memiliki beberapa pola sayap. Untuk jenis yang pola sayap jantan dan betina serupa, betina biasanya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dengan sayap yang agak membulat.


Sumber:
  • Dendang B. 2008. Keragaman Kupu-kupu di Resort Selabintana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Balai Penelitian Kehutanan Ciamis. Indonesia
  • Purwowidodo. 2015. Skripsi: Studi Keanekaragaman Hayati Kupu-kupu (Sub ordo Rhopalocera) dan Peranan Ekologisnya di Area Hutan Lindung Kaki Gunung Prau Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Walisongo. Semarang.
  • Shalihah A. et.al. Kupu-kupu dikampus Universitas Padjajaran Jatinangor. Departemen Keilmuan Devisi Entomologi HIMABIO UNPAD. Bandung.
  • Utami E.N. 2012. Skripsi: Komunitas Kupu-kupu (Ordo Lepidoptera: Papilionoidea) di Kampus Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat. Departemen Biologi Fakultas MIPA UI. Depok.
  • Wijayanto A. 2000. Keragaman dan Penyebaran Kupu-kupu (Lepidopter) di beberapa Ketinggian Daerah Aliran Sungai Kawasan Penyangga Cagar Alam Pegunungan Arfak Manokwari. Fakutas Pertanian Universitas Cendrawasih. Manookwari