Monday, June 6, 2016

METODE MANTA TOW

Apa itu metode Manta Tow???

Metode manta tow merupakan suatu teknik pengamatan terumbu karang secara menyelurh dalam waktu yang singkat dengan cara pengamat berada dibelakang perahu yang ditarik menggunakan tali dan papan sebagai papan dimana kapal bergerak secara perlahan dan tetap dan melintas diatas permukaan karang.
Gambar. Metode Manta Tow

Metode manta tow biasanya digunakan untuk melihat kondisi terumbu karang, yang biasanya untuk melihat kerusakan yang diakibatkan oleh badai, bleaching, daerah bekas bom dan predasi yang disebabkan oleh Acanthaster plancii/ bulu seribu (COTs)


Peralatan yang digunakan

Untuk melakukan pengamatan dengan menggunakan metode manta tow, diperlukan perlengkapan sebagai berikut:
  1. Alat dasar (Masker,Snorkel and fins/ kaki katak)
  2. Perahu motor (minimal 5 pk)
  3. Papan manta (manta board) dengan ukuran 60 cm Panjang, 40 cm lebar, dan tebal 2 cm.
  4. Tali yang panjangnya 20 meter dan diameter 1 cm
  5. Pelampung kecil
  6. Sabak/ papan menulis
  7. Pensil\Penghapus
  8. Stop watch
  9. GPS

Prosedur Umum Manta Tow

Adapaun prosedur umum yang biasa digunakan dalam pelaksanaan metode manta tow yaitu :
  1. 1 orang yang bertugas mengumudikan perahu motor untuk menarik pengamat dengan kecepatan 3-5km/jam
  2. 1 orang yang menggunakan alat dasar ditarik dibelakang perahu sebagai pengamat, dimana pengamat ditarik dan memegang papan manta (manta board) yang diatasnya terdapat sabak untuk menulis atau mencatat data
  3. Pengamat dapat melakukan gerakan kekiri, kekanan atau menyelam dengan meggerakkan papan mata
  4. Pengamat terumbu karang mengamati dalam kurung waktu tiap 2 menit dan diberikan waktu beberapa saat untuk mencatat hasil pengamatannya dan kemudian dilanjutkan lagi
  5. 1 orang bertugas sebagai penunjuk arah yang berada didapan perahu dan melihat posisi perahu agar selalu berada diantara rataan terumbu dengan tepi tubir.
  6. 1 orang bertugas sebagai penentu waktu, fungsinya adalah memperhatikan waktu pengamatan dan memberi tahu pengemudi untuk menghentikan perahu apbila pengamatan telah berlangsung selama 2 menit.

Dalam pengamatan manta tow digunakan 6 parameter yaitu karang keras (Hard coral), karang lunak (Soft coral), karang mati (Dead coral), pasir (Sand), rumput lau (Makroalgae) dan lainnya (Other) dengan pengisian data untuk penutupan karang sebaiknya menggunakan persentase.

Kekurangan Metode Manta Tow

Seperti yang telah dikemukakan di tulisan sebelumnya bahwa setiap metode pasti memiliki kekurangan, adapun kekurangan metode manta tow sebagai berikut:
  1. Survey secara tidak sengaja bisa dilakukan pada lokasi di luar terumbu karang (pasir, perairan yang dalam)
  2. Peneliti sering lupa bila terlalu banyak objek yang harus diingat
  3. Kemungkinan ada objek yang terlewatkan atau tidak teramati
  4. Metode tidak cocok digunakan pada saat kondisi visibility lokasi rendah atau kurang dari 6 meter.

Kelebihan Metode Manta Tow

Selain kekurangan pasti ada kelebihan dari metode manta tow, oleh karena itu mari kita uraikan kelebihan metode manta tow, sebagai berikut:
  1. Daerah yang luas dapat disurvei dalam waktu yang singkat
  2. Metode yang digunakan sederhana dan mudah untuk dipraktekkan
  3. Biaya yang digunakan tidak terlalu mahal
  4. Peneliti tidak terlalu lelah untuk survey areal yang luas.

Sumber:
  • Johan O. 2003. Paper; Metode Survei Terumbu Karang Indonesia.Training Course; Karakteristik Biologi Karang. PSK-UI dan Yayasan TERANGI.
  • Karya Ilmiah; Monitoring Karang dengan cara Manta Tow
  • Paper: Penutupan Pelaksanaan Monitoring Terumbu Karang dengan Metode Manta Tow.
  • SUkmara A., Audrie J., Siahainenia dan Christovel R. 2001. Panduan Pemantauan Terumbu Karang berbasis Masyarakat dengan Metode Manta Tow. Proyek Pesisir-CRMP Indonesia. Jakarta-Indonesia.
BACK