Sunday, June 5, 2016

METODE SURVEI KARANG

Survei kondisi terumbu karang dapat dilakukan dengan berbagai metode tergantung pada tujuan survey, waktu yang tersedia, tingkat keahlian peneliti serta ketersedian sarana dan prasaran. Agar hasil survey dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maka sangat perlu diperhatikan keterwakilan dalam pemilihan lokasi atau tempat sampling, panjang, luasan transek (sampling) dan banyaknya ulangan yang diperlukan.

Gambar. Survei karang dengan Metode PIT (Sumber: Foto Koleksi Pribadi)

Metode survey saat ini sudah sangat banyak, namun perlu diingat bahwa belum ada suatu metodepun yang memuaskan dikarenakan metode survey pada saat ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Ada beberapa alas an yang menyebabkan sulitnya menggambarkan suatu kondisi terumbu karang dengan metode survey yang ada saat ini, antara lain:

  1. Terumbu karang yang tumbuh di tempat geografis yang berbeda mempunyai tipe yang berbeda
  2. Ukuran individu atau koloni sangat bervariasi dari bebrapa centimeter hingga beberapa meter
  3. Satu koloni karang dapat terdiri dari beberapa individu sampai jutaan individu
  4. Bentuk pertumbuhan sangat bervariasi seperti bercabang, massif, merayap, seperti daun dan sebagainya.
  5. Tata nama jenis karang masih relative belum stabil dan adanya perbedaan jenis yang hidup pada lokasi geografis yang berbeda, serta adanya variasi morfoloi dari jenis yang sama yang hidup pada kedalaman yang berbeda maupun tempat yang berbda.
Penggunaan metode survey dalam menggambarkan kondisi terumbu karang, biasanya disajikan dan ditampilkan dalam bentuk persentase tutupan karang hidup, persentase tutpan karang mati, Persenatase pemutihan (bleaching), persentase kesehatan karnag, Jumlah marga, jumlah jenis, jumlah koloni, ukuran koloni, elimpahan, frekuensi kehadiran, bentuk pertumbuhan, dindeks keanekaragaman jenis.

Beberpa merode yang umum digunakan dalam menggamabarkan kondisi terumbu karang:
  1. Metode manta tow ---------->>> Link
  2. Metode garis/ LIT (Line Intercept Transect) -------------->>> Link
  3. Metode Transek Sabuk (Belt Transect) -------------->>> Link
  4. Metode Kuadrat ---------->>> Link
Metode yang berbeda dan yang biasanya mengkombinasikan dengan metode diatas untuk kondisi terumbu karang yaitu:
  1. Coral watch /kesehatan karang berdasarkan warna dengan table kesehatan karang.--->>> Link
  2. PIT (Reef Check) ----------------->>> Link
  3. Metode CPCe.
Ketiga metode diatas biasanya mengkombinasikan dengan beberapa metode yang umum untuk dapat menilai keterwakilan lokasi dalam pengambilan sampel pada sebuah pendataan

Sumber:
  • Johan O. 2003. Paper Training course- Karakteristi Biologi karang- Metode SUrvei Terumbu Karang Indonesia. PSK-UI dan Yayasan Terangi.
  • Manuputy A.E.W. 2014. Monitoring Kesehatan Terumbu Karang dan Kesehatan Ekosistem Terkait  di Kabupaten Natuna, 2014.  COREMAP-CTI DAN LIPI.
  • Paper Metode Penelitian
  • Sukmara A., Audrie J.S., and Christovel R. 2001. Panduan Pemantauan Terumbu Karang Berbasis-Masyarakat dengan Metode Manta Tow.
  • Wilson J., dan Alison G. 2009. Metode Pemantauan Biologi Untuk menilai Kesehatan Terumbu Karang dan Efektivitas pengelolaan Kawasan Konservasi Laut di Indonesia. Versi 10. The Natural Conservacy.